Semerbak Festival Durian Sumber Agung

Selamat pagi mas yopie, besok Kamis ada acara Festival Durian di Penangkaran Rusa, Sumber Agung, Kemiling. Ajak kawan-kawan untuk datang ya.. Demikian pesan singkat seorang kawan di Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. “Ada durian mentega manis pahit, durian tembaga dan durian mentega yang tersaji besok. Maknyus…” Jelasnya beberapa hari sebelum acara.

Wah ini mantab banget gumam saya dalam hati. Belum pernah seumur-umur mendatangi acara wisata Lampung yang berbau durian. Jangan sampe ga dateng ke acara yang sepertinya bakal seru. Dan tentu ajak beberapa kawan yang siapa tau bisa diajak bareng. Ditebengi maksudnya. hihihi….

(Sudah baca ini:  7 Alasan Jalan-jalan Hanya di Daerah Sendiri)

“Nanti aku jemput om Yo pagi-pagi ya. Kita berangkat bareng. Nanti kabari aja posisi dimana. Selesai absen dan pamit di kantor kita berangkat.” Begitulah obrolan singkat di telpon dengan Indra Pradya di malam sebelum acara.

Dan semerbak durian pun sudah berasa di angan-angan malam itu sebelum tidur…

Gerbang Penangkaran Rusa - Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016

Gerbang Penangkaran Rusa

Menuju Penangkaran Rusa 
Bersama saya, sudah siap satu tas kamera berisi peralatan standar. Satu body kamera, satu lensa 24-70mm, satu lensa fix 50mm, satu flash. Niatnya hari ini memotret untuk bahan menulis di blog yopiefranz ini, dan acaranya juga bakal banyak mendekat dengan subyek foto. Satu lensa sebenarnya sudah lebih dari cukup, 50 mm hanya persiapan siapa tau ada muli Bandar Lampung yang ikut dengan Indra dan bisa saya potret-potret, hehe.. 😀

Cuaca pagi itu cerah. Langit biru dan awan-awan yang menambah cantik pemandangan. Saya sudah berada di bilangan Pahoman saat menelpon Indra. Kebetulan saat saya telpon, Indra sudah selesai dengan urusan kantornya. Dia langsung berangkat menjemput.

Setelah menjemput saya, giliran kami samperi Teguh Prasetyo penggiat Lampung Heritage dan Yoso Muliawan, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung. Melewati Jalan Kartini lalu masuk ke jalan Teuku Umar. Menjemput Teguh di seberang ATM BNI drive thru Teuku Umar. Lalu masuk jalan Sam Ratulangi untuk menuju Balai Krakatau di Jalan Imam Bonjol, di situ Yoso Muliawan menunggu.

Lengkap berempat, kami langsung menuju Penangkaran Rusa yang terletak di Sumber Agung kecamatan Kemiling. Daerah yang berada di ketinggian dan berudara segar milik kota Bandar Lampung. Kami memilih rute melewati Perum Langkapura karena kondisi jalan yang lebih bagus dibanding kalau melewati Sumur Putri.

RUTE langkapura - penangkaran rusa - taman kupu-kupu gita persada

Rute SMA Negeri 7 – Penangkaran Rusa.

Dari SMA Negeri 7 Bandar Lampung atau SLB Dharma Bakti, kita hanya menempuh jarak sekitar 3 km dalam waktu sekitar 5-10 menit untuk mencapai Penangkaran Rusa. Penangkaran rusa ini terletak sebelum Taman Kupu-kupu Gita Persada. Keduanya berada di sebelah kiri jalan, kalau kita berangkat dari arah Langkapura.

Saat kami tiba, banyak mobil sudah parkir berjejer di tepi jalan. Indra menyilakan kami untuk turun duluan di depan gerbang Penangkaran Rusa, cukup dia saja yang mencari tempat parkir mobil. Doi ini baik sekali, tidak tega melihat kami kawan-kawannya ini jalan kaki jauh 😀

Memasuki gerbang penangkaran rusa, wangi aroma durian sudah tercium. Dimana-mana sudah dipersiapkan durian yang nantinya bisa disantap oleh semua pengunjung acara festival durian ini. Di satu tempat, durian-durian ini disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai siger raksasa. Tampak beberapa pengunjung berfoto di kedua sisi susunan durian ini.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 2

Siger durian di Festival Durian.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 1

Berfoto di Siger durian.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 9

Air nira jadi obat penghilang rasa haus mondar-mandir motret.

Festival Durian Pra Soft Launching Kampung Durian
Tanpa harus benar-benar diamati, sangat berasa kalau ini adalah acara khas Pemda. Banyak orang dengan berpakaian seragam batik bercorak Lampung. Beberapa berasal dari Pemprov Lampung dan beberapa dari Pemkot Bandar Lampung. Sebagian lagi berseragam pakaian lapangan, sepertinya mereka ini Kelompok petani durian dari sekitar Sumber Agung dan juga fasilitator-fasilitator yang biasa kerja lapangan. Lalu sisanya pribadi-pribadi yang tahu bakal ada acara seru ini. Sebagian bahkan membawa anak-anaknya yang baru pulang sekolah. Tebakan saya, mereka pasti penduduk sekitar sini.

Tak lama kemudian acara pun dimulai. Seperti biasa, bakal ada kata-kata sambutan dari kepala dinas terkait dan Kepala Daerah atau yang mewakili.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Sutono MM., menjelaskan bahwa acara Festival Durian ini juga sebagai Pra Soft Launching Kampung Hutan Durian Sumber Agung Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rahman.

Beliau juga menjelaskan bahwa Dinas Kehutanan Lampung memprakarsai terbentuknya “Kampung Hutan Durian Sumber Agung” dengan agenda festival durian yang digelar hari ini, Kamis (03/03/2016).

Bahkan dalam sambutannya itu pak Sutono sempat saja meminta kepada bapak Walikota Bandar Lampung untuk membagusi jalan menuju daerah ini. “Selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan juga meningkatkan kesejahteraan warga yang berada di sekitarnya,” Jelas pak Sutono.

Memang sih, jalan menuju Lokasi ini bila dari arah Sumur Puteri sangat menyiksa kendaraan. Jalannya rusak banget. Jauh dibandingkan jika kita lewat Langkapura. Tapi ini bukan halangan bagi pecinta durian. Kalau kita lewat sini setiap hari saat musim durian, banyak sekali kendaraan roda empat dan dua yang melaluinya untuk mencari durian-durian yang baru dipanen.

Selesai semua kata-kata sambutan, termasuk kata sambutan dari Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf ahli bidang Kemasyarakatan, Teresia Sormin. Kini saatnya menyantap durian-durian yang sudah disiapkan panitia.

Meski tidak sedang bertugas, saya tetap mengabadikan acara seremonial pengguntingan tali yang dilakukan oleh bu Teresia mewakili Gubernur dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, pak Yus Amri. Lalu dilanjutkan dengan belah duren dan santap bersama.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 3

Pak Yus Amri, Pak Sutono, dan bu Teresia.

“Ayo-ayo dimakan duriannya.” Ujar pak Yus Amri saat menoleh ke saya. “Iya pak, segera setelah ini.” Saya menjawab sambil tersenyum.

Kebiasaan memotret di acara-acara begini. Kadang lebih memilih mengabadikan momen dibanding menyantap lezatnya berbagai macam jenis durian yang disediakan. Bayangkan saja, banyak keluarga yang datang ke acara ini. Bapak, ibu dan anaknya yang masih balita terlihat sangat menikmati suasana seru festival dan tentunya kelezatan durian yang tersedia gratis. Lebih baik tahan ‘ngences’ daripada kelewatan momen-momen bagus 😀

(Lihat juga: Menjual Lampung Lewat Fotografi)

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 4

Semua larut dalam sukacita beraroma durian 😀

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 6

berebut durian.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 8

Asiknya makan duren…

Baik orang-orang berpakaian seragam dan pengunjung bercelana pendek larut dalam suka cita memakan durian. Kebayang ga, ada 1750-an durian yang disediakan gratis oleh panitia. Dan semuanya itu ludes habis disantap oleh pengunjung festival dalam waktu kurang dari satu jam. Luar biasa perut-perut mereka ini ya, hehehehe..

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 5

Lupa kawan dan sodara … 😀

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 7

mas Teguh dan mas Yoso dan kawan-kawan wartawan lain juga ikut berperan habiskan durian.

Saat saya upload di akun instagram, banyak yang bertanya kapan dan dimana acara ini. Kebayang kan kalau misal tahun depan acara serupa diadakan lagi, dan lebih banyak mengundang masyarakat untuk datang. Terutama kawan-kawan yang aktif di media sosial misalnya. Tentunya akan semakin membantu pemasaran wisata di Lampung, khususnya wisata durian ini.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 12

Habis tidak bersisa.

Di akhir acara saat berbincang-bincang dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, pak Yus Amri menjelaskan bahwa infrastruktur, promosi dan SDM itu tiga hal yang tidak bisa dipisahkan.

“Untuk infrastruktur sesegera mungkin kita sampaikan kepada pimpinan. Dan semua stakeholder terkait mutlak untuk memberikan dukungan pengembangan Kampung Hutan Durian Sumber Agung ini.” Jelasnya.

Festival Duren Sumber Agung - Bandar Lampung - 2016 - 11

Para pemenang lomba durian yang berasal dari sekitar Sumber Agung.

Dan ternyata di daerah Sumber Agung ini sudah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibina oleh Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung lho. “Mereka akan terus kita dorong untuk menjadi SDM-SDM bidang wisata,” Tegas pak Yus Amri.

Dan di penutup obrolan pak Yus Amri jelaskan bahwa program Kampung Hutan Durian Sumber Agung ini tetap bisa dipromosikan meskipun masih ada kekurangan di bidang infrastruktur jalan. Dan saya setuju dalam hal ini. Contoh nyata adalah ekowisata Kiluan untuk melihat lumba-lumba. sepuluh tahun melewati jalan rusak, nyatanya wisatawan yang berkunjung malah bertambah setiap tahunnya 🙂

Dan malam ini menjelang saya menutup tulisan. Saya sempatkan mengobrol dengan seorang kawan yang bekerja di Dinas Kehutanan. Saya banyak bertanya mengenai peluang wisata Kampung Hutan Durian ini.

“Kalau mau Kampung Hutan Durian berhasil, ini harus menjadi pemikiran beberapa Satuan Kerja terkait, tidak bisa hanya satu dinas saja yang bekerja. Kalau kami kan hanya dari sisi kehutanannya saja. Sedangkan program ini membutuhkan infrastruktur yang bagus, pemasaran bagus, dan pembinaan yang bagus. Kita harus kerja bareng di sini.” Pak Sony mengawali obrolan.

“Kita lihat saja mas Yopie kalau jalan ke Metro, di sana banyak penjual semangka di pinggir jalan. Lalu ada banyak penjual pisang ke arah Tarahan. Keripik pisang banyak ada di gang PU. Nah, kalau durian memang banyak penjual di jalan Sultan Agung dan di beberapa tempat lain di kota Bandar Lampung. Tidak ada salahnya kita juga membuka semacam sentra durian di daerah Sumber Agung ini.” Lanjutnya.

Pak Sony menjelaskan, di sekitar Sumber Agung banyak terdapat pohon durian. Selain bentangan alam yang bagus; ada bebukitan, air terjun, taman kupu-kupu, dan penangkaran rusa. Tempat ini lumayan lengkap untuk berwisata, apalagi mudah aksesnya dari pusat kota Bandar Lampung. Tidak jauh.

“Tapi jangan sampai wisata ini merusak alam. Harus dari sekarang kita jaga yang perlu dilindungi sebelum terlambat. Ini perlu peran serta masyarakat sekitar melalui program pemberdayaan sedari dini dan juga kesadaran dari para wisatawannya itu sendiri.” Tutup pak Sony melalui pembicaraan di telpon.

Tadi sore saya juga ditelpon oleh salah seorang wartawan koran beroplah besar di Lampung. Ditanya apakah kampung hutan durian ini bisa mengganggu penjualan para pedagang durian di kota Bandar Lampung. Saya jawab, tentu tidak. Banyak sekali penyuka durian asal kota Bandar Lampung dan luar Bandar Lampung. Bagi penyuka wisata alternatif bersama keluarga ataupun bersama kawan sambil menikmati alam, itulah pangsa pasar baru yang harus kita pertimbangkan.

Oya, saya cuma makan 6 biji durian di acara ini. Padahal pinginnya sih makan 6 buah durian. Ngeri-ngeri sedap mau makan banyak 😀

Bagaimana kalau menurutmu?