Leebong Island, Wisata Belitung Keren yang Patut Kamu Kunjungi

Leebong Island - Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey @

Leebong Island

Leebong Island – Sebuah ajakan penuh godaan untuk jalan-jalan ke sebuah pulau yang rasanya ga mungkin saya tolak. Apalagi ini adalah sebuah pulau yang sangat jarang didatangi oleh kebanyakan wisatawan. Setelah mengetahui harga paket dan masih masuk hitungan kantong, saya putuskan untuk ambil sekesempatan piknik pulau Leebong ini bareng Visca Tour. Keinginan untuk jalan-jalan di kota Tanjung Pandan, kota utama di pulau Belitung saya tunda dulu.

Banyak pulau mempunyai view yang sama, pantai berpasir putih dengan pohon kelapa yang melambai-lambai. Atau warna air lautnya yang begitu menggoda kita untuk segera membuka baju dan jebur ke dalamnya. Atau juga karang-karang dan ikan-ikan mungil yang memesonakan mata kita. Saat menuju pulau ini, saya tidak mau mencari tahu dulu, biar menilai saat berada langsung di lokasi. Tapi tetap ada bocoran dari bang Romi, pulau Leebong ini punya daya tarik berupa wisata bakau dan ada pasir timbul yang sangat memikat. Menjadi salah satu andalan wisata Belitung dan peluang menjadi sebuah paket wisata Belitung yang mengesankan.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 1

Tanjung Ru – Pasir Timbul

Mas Hari JT, Melisa, Katerina, Romi, Leo, Aldi, dan saya berangkat pagi itu, Rabu (04/05/2016) dari hotel Centrak City 2 di kota Tanjung Pandan. Kami menuju Tanjung Ru. Tanjung Ru ini adalah sebuah tanjung kecil di pulau Belitung bagian Barat yang terdapat beberapa pulau kecil di sekitarnya. Ada pelabuhan kapal penumpang dan pelabuhan untuk kapal batubara di sini. Sepi tidak ada banyak orang, hanya satu warung yang belum buka saat kami tiba.

Senangnya saya pagi itu, bang Romi sengaja membawakan saya kopi yang dibungkus di plastik, dibelinya di sebuah kedai kopi di Tanjung Pandan. Kopi ini yang menambah syahdu perjalanan kami dari Tanjung Ru ke pasir timbul. (Kayak apa aja ya, hehehe…). Ngobrol asik sambil sesekali seruput kopi dan mengeluarkan kamera untuk memotret perahu nelayan yang berpapasan dengan kami. Tak terasa 30 menit berlalu, kami tiba di sebuah pasir timbul yang lumayan luas.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 2

Ada sebuah bangunan kayu yang berfungsi sebagai dermaga bagi perahu-perahu yang membawa wisatawan. Setelah perahu bersandar kami menaiki dermaga tersebut untuk kemudian turun di pasir timbul. Dermaga ini sepertinya sangat berguna untuk mengatasi pasang surut air laut. Sehingga pengemudi perahu tidak terlalu kawatir perahunya kandas saat wisatawan asik bermain dan laut mulai surut. Karena perahu ditambatkan di bagian air laut yang masih agak dalam.

Asiknya Foto-foto di Pasir Timbul

Saat kami tiba di pasir timbul ini, sudah ada satu rombongan yang sedang bersantai di dermaga dan di atas pasir timbul. Mereka tampaknya menikmati suasana sepi dan pemandangan bagus di sini. Dari dermaga kami memutuskan langsung turun di pasirnya yang luas. Saya sudah mengeluarkan perkakas memotret, siap membidik siapa saja yang mau berpose dan nanti diupload di akun media sosialnya.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 3

Pasir timbul dari kejauhan.

Cuaca lumayan terik sebenarnya, walaupun ada gumpalan-gumpalan awan di atas. Baru sebentar saja di pasir timbul ini isi kepala rasanya sampai matang terkena panas sinar matahari. Keceriaan kawan-kawan dan kesediaan mereka untuk berpose di depan kamera yang membuat saya melupakan panas sementara waktu.

Dari foto sendiri-sendiri sampai foto bersama semua terlihat menikmatinya. Apalagi foto bersama sambil loncat, ini deh yang paling mengasikkan bagi saya. Ga tau apa rasanya mereka rela loncat berkali-kali untuk memberikan saya kesempatan menghasilkan (hanya) satu foto bagus. Saat melihat hasilnya, mereka agaknya senang-senang saja melakukan itu. Kalau saya nggak deh, enak moto aja. Sudah ga sanggup lagi loncat-loncat beberapa kali di bawah panas matahari. Bisa pengsan, hehe..

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 6

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 8

Mas Hari dedengkotnya viscatour.com . Asiiiiknya… 😀

Selesai foto-foto, kami kembali ke atas dermaga. Saya kira bakal langsung melanjutkan perjalanan. Ternyata bang Romi, Leo, Aldi, dan mas Hari melakukan aksi bak seorang stuntman. Loncat jungkir balik dari atas terjun ke air laut yang dalamnya hanya sepaha orang dewasa. Saya yang telanjur memasang lensa tele hanya bisa memotret dari jarak agak jauh sekenanya. Lebih asik menggunakan lensa wide, tetapi mereka sudah ga sabar lagi untuk loncat. Jadi ya seadanya saja ya fotonya 😀

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 9

satu.. dua.. tiga.. loncat!!!

Jetty Pulau Leebong

Pulau Leebong adalah sebuah pulau kecil di sebelah Barat pulau Belitung. Luasnya 37 hektar. Sekelilingnya pasir putih yang indah. Banyak pohon simpor dan hutan bakau yang menjadi tempat tinggalnya burung-burung lokal. ,Perkiraan saya hanya memerlukan waktu 15 menit dengan speedboat dan sekitar 40 menit dengan kapal kayu biasa yang kami tumpangi. Perahu bersandar di sebuah jetty yang cukup panjang. Di bagian tengah jetty ada cabang lain yang menjorok kesamping. Di situ tersedia kursi santai. Sangat menarik perhatian bagi yang pertama kali datang. Tentu saja untuk berfoto-foto ria di situ. HHmmm.. Baru sampai dermaganya saja kami sudah disuguhi daya tarik buatan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 28

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 15

Menuju pangkal jetty kami disambut dengan hutan bakau yang masih rapat. Dermaga ini memang sudah diperhitungkan oleh pengelola pulau agar wisatawan yang datang tidak perlu memasukkan kaki ke laut yang agak dalam. Perahu belum tentu bisa merapat, apalagi kalau sedang surut.

Fasilitas pulau Leebong

Dari pangkal dermaga, kita harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 100 meter ke area utama pulau. Di situ ada pondok makan dengan beberapa meja yang bisa digabungkan menjadi satu kalau kita dalam grup. Di satu sisinya ada meja dengan termos besar berisi teh dan kopi panas dengan pilihan gula dan susu kental untuk pemanisnya. Boleh minum sepuasnya asal perut sanggup menampungnya 😀

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 16

Untuk penginapan, saat kami datang awal Mei 2016 lalu baru ada 1 villa berlantai dua, satu tenda barak besar dan dua tenda barak ukuran sedang, dan satu villa pohon yang hampir selesai pembuatannya. Semua bahan, desain, dan proses pengerjaan villa benar-benar dengan kualitas yang bagus. “Kita pilih bahan untuk villa dan tenda dengan kualitas yang bagus. Menggunakan kayu apung dan atap alang-alang. Kayu-kayunya tidak menggunakan kayu-kayu yang ada di pulau. Kelestarian dan keserasian pulau tetap terjaga.” Begitu jelas pak Yudi salah satu pemilik dari usaha pengelolaan pulau ini.

Barak tenda pulau leebong (3) - travelerien.com

“Dan tau ga, banyak rombongan dari korporasi yang memilih untuk menginap di tenda barak kami. Selain bisa tidur beramai-ramai, sensasi menginap di tenda juga menjadi daya tarik yang dilirik oleh rombongan yang berkunjung. Tendanya bagus tidak membuat gerah ruang di dalamnya, lantai tenda dikasih kayu, alas tidur pun matras yang berkualitas. Tetap nyaman di dalam tenda.” Lanjut pak Yudi.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 17

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 21

Untuk menikmati suasana, pengelola pulau menyediakan banyak tempat duduk di area utama. Ada yang terbuat dari potongan kayu, rumah panggung terbuka, dan rumah pohon. Semuanya sangat asik untuk bersantai di antara rimbunnya pepohonan dan semilir angin yang menerobos dedaunan.

Makanan Lezat ala Leebong Island

Untuk makanan, pengelola menyediakan makanan nasional Indonesia, bukan makanan khas Belitung. Soal kelezatan, kami tidak meragukannya. Saya suka banget dengan tumis tauge-nya yang renyah selain sup bakso ikan, gurame asam manis, dan ayam kecapnya. Kami bertujuh seperti tidak bersuara saat menyantap menu spesial ini. Sangat lezat, namun tak semua sanggup kami habiskan.

Apa bisa kita memesan makanan yang kita inginkan? Pak Yudi menjawab bisa saja, asal hubungi kami jauh-jauh hari dengan penyesuaian harga tentunya. Jadi jelaslah kalau pengelola mengutamakan kepuasan konsumennya. Asal bilang jauh-jauh hari sebelum datang. Karena untuk belanja sayur dan lauk lainnya kita harus ke daratan, tidak bisa dadakan. “Apalagi kita utamakan juga kesegaran makanan. Makanan fresh, tamu senang.” Tegas pak Yudi.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 18

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 19

Tumis taugenya OK banget.

(lihat juga: Nikmatnya Cita Rasa Kuliner Khas Belitung)

Aktivitas Seru di Pulau Leebong

Di pondok utama yang sekaligus menjadi pondok makan, terdapat satu meja pingpong (tenis meja) yang bisa digunakan pengunjung. Ada beberapa sepeda yang bebas digunakan untuk keliling pulau. Selain itu kita bisa kayaking, snorkeling, hopping island, voli pantai, sepakbola pantai, karaoke. Cukup membayar sejumlah tertentu, kita sudah bisa memakai semua fasilitas itu. (cek lebih lanjut, kalau-kalau ada perubahan harga).

Kami semua siang itu mencoba bersepeda ke sisi lain pulau yang memiliki pantai yang sangat luas dan datar. Di situ kami melakukan sesi pemotretan lagi. Viewnya berbeda menghasilkan atmosfer foto yang juga berbeda dengan pulau-pulau yang pernah saya kunjungi. Di pantai itu juga ada bangku-bangku dan pondokan dengan meja dan bangku-bangku di atasnya. Tak kalah mengasikkan dari area utama pulau.

Ada satu yang jangan sampai kamu lewatkan kalau berkunjung kemari. Wisata bakau menggunakan perahu yang melintasi satu jalur sempit yang membelah pulau di antara rimbunnya hutan bakau. Pulaunya berada tak jauh dari pulau Leebong. Sayangnya saat kami berkunjung kali itu, laut sedang surut sehingga perahu tidak bisa menembus jalur Bakau tersebut. Lain kali harus coba.

Bagi yang suka diving, bisa pesan juga jauh-jauh hari sebelum berkunjung. Supaya semuanya dipersiapkan dengan matang oleh pengelola pulau. Termasuk jika ingin bermain jetski dan banana boat. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan penyedia jasa tur ataupun langsung dengan pengelola pulau.

tenis meja di pulau leebong (3) - travelerien

(Baca juga: Pesona Pulau Lengkuas dan Pulau Kepayang)

Jatuh Hati

Yaaa… Saya jatuh hati dengan pulau ini dan semua fasilitasnya. Puas berkunjung meski hanya satu hari kali ini. Ada keinginan kuat untuk kembali dan lebih merasakan menyatu dengan keasrian pulau. Apalagi seluruh pengelola pulau ini begitu ramahnya. Mereka tidak segan-segan mengobrol asik dengan tamu. Saya pun merasa tersanjung dengan hospitality mereka. Benar-benar menyihir saya untuk datang kembali.

Belum lagi udaranya yang bersih dan segar karena tidak ada kendaraan bermotor yang lalu lalang. Pepohonannya begitu rapat dan rindang, ingin rasanya berjalan kaki melintasi jalur yang sudah dibuat menuju sisi-sisi pulau lain. Menikmati alunan musik alam berupa bunyi-bunyian angin yang mengenai dedaunan, suara-suara monyet liar dan burung-burung. Bagi saya, ini sebuah orkestra ruang luar alami yang sepadan saya dapatkan dengan mengeluarkan sejumlah tertentu uang hasil tabungan. Tidak rugi malah sangat untung, mendapatkan sesuatu yang sangat jarang kita dapatkan di kota besar yang riuh dengan suara kendaraan dan polusi.

Pulau Leebong - pulau Belitung - Yopie Pangkey - 25

Suatu saat akan kembali lagi.

Cara Menuju Pulau Leebong dan koleksi Foto lain lihat di halaman 2.