Nostalgia Air Terjun Way Lalaan

Air Terjun Way Lalaan – Setiap berkunjung ke Kota Agung ibukota Kabupaten Tanggamus selalu saja terlintas banyak kenangan tentang kota ini. Bukan kenangan asmara maupun kenangan putus cinta, seperti dalam lirik lagu “terhanyut aku akan nostalgia saat kita sering luangkan waktu, nikmati bersama suasana….” Tetapi kenangan saat-saat masih duduk di bangku SMP, SMA, dan saat sudah memiliki hobi jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Lampung 6 tahun terakhir.

Saat menginap di rumah bang Samba saat gelaran Festival Teluk Semaka tahun 2014, memori-memori lama mulai muncul kembali. Saya jadi teringat pernah tanding persahabatan dengan salah satu klub basket SMA kota ini. Pernah berwisata saat masih SD bersama rombongan kantor ibu ke air terjun Way Lalaan. Atau sekedar istirahat makan malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Krui lalu ke Bengkulu. Pernah juga bermalam di Kota Agung sebelum menempuh perjalanan dengan perahu menuju Way Nipah di sisi lain teluk Semaka, sebelah Barat Daya Kota Agung.

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 1

Kenangan-kenangan itu bisa saja terlupakan begitu saja kalau saya tidak datang lagi ke Kota Agung akhir-akhir ini. Dan rasanya sayang pula kalau tidak dituliskan di dalam blog ini, siapa tahu ada yang merasakan seperti yang saya rasakan saat ini 😀

Tapi tidak semua kenangan mau saya bahas, cukup tentang Way Lalaannya saja, salah satu air terjun di Lampung yang sudah beberapa kali saya kunjungi ini 😀

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 3

Air Terjun Way Lalaan

Yang paling mudah untuk saya ingat tentu saja air terjun Way Lalaan. Karena air terjun ini adalah air terjun yang pertama kali saya datangi saat saya masih SD. Waktu itu saya ikut dalam rombongan kantor tempat ibu saya bekerja. Tidak banyak yang saya ingat apa saja yang saya lakukan saat itu. Tetapi saat ini saya sangat menikmati bisa beberapa kali mengunjungi air terjun ini.

Dari kota Bandar Lampung, Air Terjun Way Lalan berjarak sekitar 80an kilometer. Saat ini waktu tempuh normal sekitar 2,5 sampai 3 jam. Di tahun 1990an saya ingat waktu tempuh Bandar Lampung – Kota Agung bisa hanya 1 sampai 1,5 jam, karena saat itu kendaraan tidak sebanyak sekarang tentunya.

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 6

Ada dua air terjun Way Lalaan

Yang saya baru tahu adalah, air terjun Way Lalaan ternyata ada 2 (dua). Yang sudah banyak orang tahu adalah satu yang dekat dari parkiran kendaraan. Nah untuk mencapai air terjun yang satunya lagi, kita harus trekking melewati jalan setapak.

Di tahun 2014 saat Festival Teluk Semaka, saya memilih untuk menikmati air terjun yang dekat saja. Sedangkan kawan-kawan lain masih sanggup untuk berjalan naik turun jalan setapak. Sedangkan saya, mau jalan saja lutut sudah protes ingin istirahat saja. Karena sebelumnya tenaga kami sudah terkuras trekking menuju basecamp sonokeling di lereng gunung Tanggamus.

Berkunjung di saat sepi

Dua kali datang kemari selalu dalam keadaan sepi karena datang di saat hari kerja bukan di liburan akhir pekan. Suasana hijau di sekitar, udara yang lumayan bersih dibanding di kota Bandar Lampung yang sudah mulai terasa pengap. Tidak banyak orang dan tidak ada teriakan pengunjung, hanya suara decak kagum dari mulut kita dan suara deburan air yang jatuh dari ketinggian 11an meter. Dan kalau beruntung ditambah suara siamang dari pepohonan di sekitar air terjun.

Di saat sepi kita bisa memilih tempat yang nyaman untuk duduk-duduk santai menenangkan hati yang sedang lelah dengan urusan harian di kantor. Bisa duduk-duduk di bebatuan di tepi air dan di pondokan yang dibangun oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanggamus. Duduk di rerumputannya pun tak kalah asik kalau mau terhanyut dengan suasana syahdu air terjun ini 😀

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 5

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 2

Air Mata Bidadari

Sekedar cerita tambahan nih. Dari celah-celah bebatuan air terjun Way Lalaan ini ada air mata bidadari yang keluar lho. Entah bidadari dari mana tapi bagi yang percaya, membasuh dengan air ini bisa membuat kita bertambah ganteng atau cantik. Banyak penduduk sekitar yang bercerita tentang mitos ini. Kalau saya sih lebih memilih kamera yang bergantung di leher sebagai obat penambah ganteng sehari-hari 😀

Akses dan info

Dari Bandar Lampung obyek wisata Air Terjun Way Lalaan berada di sebelah kiri jalan sebelum jalan masuk komplek pemerintahan kabupaten Tanggamus. Tak perlu kawatir kesasar karena ada gerbang bertuliskan selamat datang di air terjun Way Lalaan. Parkiran kendaraan lumayan luas, cukup untuk 20 lebih kendaraan roda empat. Biara parkir kendaraan roda dua sebesar Rp. 5.000 dan kendaraan roda empat sebesar Rp. 10.000. Tiket masuk orang dewasa Rp 5.000.

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 7

Dari parkiran kita harus menuruni 60an anak tangga untuk bisa menikmati sejuknya air terjun yang airnya mengalir ke sungai Lalaan yang bermuara di Teluk Semangka. Telah dikenal sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda yang telah membuat tangga semen menuju lembah air terjun tahun 1937.

Terletak di pekon Kampung Baru Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus, Lampung. Dikelola oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanggamus bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang beranggotakan warga sekitar.

Air Terjun Way Lalaan - Yopie Pangkey - 8

Kalau beruntung bisa makan duren sepuasnya di sini 😀

Kamu punya cerita sendiri tentang air terjun Way Lalaan?