Wisata Akhir Pekan di Danau Ranau

Dua Hari Jalan-jalan Asik di Danau Ranau

Selalu antusias setiap pergi ke danau Ranau meski sudah berkali-kali datang. Memang sih jauh dari Bandar Lampung, tapi sudah menjadi salah satu favorit tempat wisata di Lampung. Apalagi kalau pergi bareng kawan jalan yang cocok dan seru.Plus pakai mobil innova baru keluaran 2016, perjalanan jauh 6 jam jadi nyaman dan tidak melelahkan. Bukan mobil saya ya, tapi mobilnya Rosita Sihombing. Lumayan bisa nyobain akselerasi dan kestabilannya saat di jalan lurus dan tikungan tajam, melewati kendaraan di depan, atau saat di jalan yang kondisinya belum baik.

Innova Baru - Danau Ranau - travelerien - 1

Pertama kali ngerasain innova baru 🙂 (Foto: +Katerina S)

Sebelum subuh saya sudah sampai di rumah Rosita, Sabtu (23/04/2016). Motoran dari rumah menerobos gerimis dan angin yang berasa dingin di kulit muka. Sesuai janji, sehabis subuhan kami akan langsung berangkat menuju Liwa biar bisa santai dan menikmati perjalanan. Apalagi terbatas hanya 2 (dua) hari. Berangkat subuh jadi keharusan, membuat Katerina datang ke Lampung sehari sebelum di Jumat sore 😀

Menuju Liwa
Beberapa kali ke Liwa, saya lebih senang pergi dari Bandar Lampung malam hari atau menjelang subuh. Terkadang saya dan kawan-kawan sholat subuh di jalan untuk menghindari macet di beberapa titik seperti simpang Tegineneng dan Bandarjaya. Pernah juga pergi menjelang tengah malam dari Bandar Lampung. Namun kami harus berhati-hati saat memasuki Sumberjaya karena kabut yang sangat tebal di musim kemarau.

Pagi itu, Sabtu (23/04/2016), kami sudah sampai di Kotabumi pukul tujuh pagi setelah menempuh 110an km dari Bandar Lampung. Setelah isi bahan bakar solar kami melanjutkan kembali perjalanan. Kotabumi – Bukit Kemuning menempuh jarak sekitar 45 km dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Bukit Kemuning – Sumber Jaya 22 km. Sumber Jaya – Sekincau 26 km. Sekincau – Liwa 42 km. Total kami menempuh kurang lebih 245 kilometer dari Bandar Lampung.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 5

Sawah Way Tenong, diambil dengan HP Andromax R2.

Sawah Way Tenong
Saat kita melewati Way Tenong, antara Sumber Jaya dan Sekincau, kita akan melewati jalan yang ada sawah di kiri kanan jalan. Sawahnya bertingkat-tingkat. Beberapa kawan fotografer Lampung pernah memotret di sini dan foto-fotonya beberapa kali tampil di pameran foto.

Kami juga ga mau kalah dong. Mampir sebentar di sini, foto-foto sawahnya dari kejauhan. Lumayan juga buat beristirahat meluruskan kaki sebelum melanjutkan perjalanan. Waktu menunjukkan pukul 09:00, masih pagi dan cukup waktu.

(Lokasi Sawah Way Tenong: https://goo.gl/maps/BoNthN7EAHr)

 

Tiba di Liwa
Sampai di Liwa kami langsung mampir di rumah Eka Fendiaspara, salah satu dedengkot fotografi Liwa yang aktif mengangkat keindahan daerahnya. Mampir di rumahnya yang juga merangkap sebagai studio foto dan homestay, berharap keluar suguhan secangkir kopi hangat khas Liwa 🙂

Ngobrol santai selama 30 menit, setelah itu mampir di sebuah rumah produksi kopi luwak di sekitaran Way Mengaku, Liwa. Melihat-lihat luwak yang dipelihara, proses roasting, grinding, dan packing. Di Ratu Luwak menghabiskan waktu 40 menit, kami bergeser ke rumah makan terdekat.

(Lokasi Ratu Luwak: https://goo.gl/maps/bfNSNf7jXLK2)

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 7

Dapat suguhan kopi luwak dari Ratu Luwak.

Makan Siang di RM. Khang Mengan Jejama
Rumah makan ini salah satu yang saya rekomendasi kalau kamu ke Liwa. Jangan lupa pesan Nila bakar/goreng dan gulai taboh. Ikan Nila & mujairnya itu hasil budi daya di danau Ranau. Rasanya lezat. Saya selalu mampir ke rumah makan ini kalau sedang berada di Liwa.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 8

Menu makan siang kami.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 9

Dari rumah makan ini Eka berpisah. Kami mengajak Eka untuk ikut ke danau Ranau. Tetapi dia ga bisa karena ada acara malam harinya. Kami pun meluncur ke danau Ranau.

(Foto-foto cantik danau Ranau waktu pagi ada di halaman 2)

Bersambung ke halaman 2