Wisata Akhir Pekan di Danau Ranau

Sore dan Pagi di Danau Ranau

Menuju danau Ranau dari Liwa, melewati jalanan yang banyak berliku dengan tanjakan dan turunan. Di beberapa tempat ada pemandangan bagus untuk difoto. Keluar dari kota Liwa kita akan disuguhi pemandangan kebun-kebun masyarakat dengan latar belakang gunung Pesagi. Dan menjelang danau Ranau berganti dengan bebukitan dan gunung Seminung. Jangan ragu kalau ingin berhenti dan memotret. Daripada menyesal saat sudah sampai rumah.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 3
Berburu foto sambil berbincang-bincang dengan warga.
Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 4
Berburu foto danau Ranau di pagi hari.

Sedangkan pemandangan di sekitar danau Ranau terutama di sekitar area yang masuk wilayah Lampung Barat banyak didominasi dengan kebun kopi, sawah, dan rumah-rumah panggung kayu. Sedikit berbeda kalau kita mau sedikit trekking ke atas salah satu bukit. Tapi berhati-hati ya kalau-kalau lewat kebun orang, jangan sampai menginjak tanaman yang baru ditanam oleh warga ๐Ÿ™‚

Danau Ranau itu 2/3-nya (dua pertiga) masuk ke wilayah Sumatera Selatan, dan hanya 1/3 (sepertiga) yang masuk wilayah Lampung khususnya Lampung Barat. Jadi pastinya pilihan bentang alam dan kegiatan sehari-hari warganya tidak sebanyak yang ada di wilayah Sumatera Selatan.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 1
Kegiatan sehari-hari warga di danau Ranau.
Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 2
Kegiatan sehari-hari warga di danau Ranau.

Sejak pertama datang ke danau Ranau sampai yang terakhir kali, saya selalu suka dengan scene kegiatan sehari-hari warga yang tinggal di tepi danau. Saat pagi kita bisa melihat warga mencari ikan di sekitar tepian danau. Sebagian mengambil ikan yang berhasil masuk perangkap yang mereka pasang di sore hari sebelumnya. Ikan hasil tangkapan ini menjadi lauk harian untuk keluarga di rumah.

Jangan ragu untuk mendekat ke warga setelah mereka kembali menepi dengan hasil tangkapannya. Beberapa kali saya ajak mereka mengobrol santai saat warga menepi dan menarik sampannya ke daratan. Tentu saja awali dengan sapaan hangat dan senyuman sebelum memotret. Paling-paling kita ditanya asal kita dari mana, dan foto kita untuk apa. Kebanyakan warga di desa akan menyangka kita bekerja untuk televisi atau koran kalau memegang kamera DSLR. Kalau saya biasa jawab, foto-foto saya untuk koleksi pribadi. Juga kenang-kenangan membuktikan saya sudah pernah berkunjung ke daerah ini.

(Lihat tempat wisata di Lampung lainnya)

Mencari Penginapan
Sore itu kami memutuskan untuk pergi ke sebuah penginapan yang dibangun oleh Dinas Perikanan kabupaten Lampung Barat. Saya pribadi tepatnya yang memutuskan, karena yang lain ngikut aja saat saya mengendarai mobil ke arah ini. Dari Pekon (desa) Lumbok Ranau menempuh jarak 7 kilometer, melewati jalan yang bisa dibilang tidak bagus. Dan beberapa kali harus melewati jalan yang sempit dengan semak-semak di kiri kanan jalan. Agak kawatir body mobil lecet dibuatnya ๐Ÿ™‚

Sampai di tempat itu, kami langsung turun dari mobil dan berfoto-ria dengan HP masing-masing. Saya turun ke dermaga terapung dan memotret suasana danau Ranau dengan gunung Seminung di latar belakang.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 10
Rosita Sihombing dan Ilhan Monluisย yangย membintangi salah satu film Indonesia.
Innova Baru - Danau Ranau - travelerien - 2
Penginapan milik Dinas Perikanan Lampung Barat di pekon Lumbok Ranau.

Di situ ada 3 (tiga) kamar yang memang dipersiapkan untuk tamu yang datang. Namun sayang sekali, kondisinya tidak cocok untuk kami saat itu. Kalau saya pergi sendiri dan niat hunting foto mungkin tidak jadi masalah besar. Tetapi kalau ajak keluarga pertimbangannya jadi berbeda. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Lumbok Ranau. Dan akhirnya memutuskan menginap di penginapan milik Dinas Perikanan juga. Namun paling tidak untuk urusan makanan di sini lebih mudah memesannya daripada di tempat pertama. Di Lumbok Ranau kita bisa memesan lewat HP ke rumah makan terdekat dengan harga yang terjangkau.

Soal fasilitas yang disediakan, tempat kami menginap malam itu tidak berbeda jauh dengan yang kami datangi pertama. Kurang terawat. Namun saya memutuskan dan diiyakan oleh Rosita untuk menginap di situ. Hari mulai gelap, bakal perlu waktu lagi kalau kami mencari homestay di kampung.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 1 - 11
ngopi pagi sambil nikmati pemandangan danau dan gunung Seminung.

Andai sampai agak siang, saya sebenarnya lebih memilih untuk tinggal di rumah penduduk (homestay) yang sudah terbiasa menerima tamu. Meskipun dengan fasilitas seadanya, tidur di kasur yang digelar di lantai kayu rumah panggung, yang penting bisa nyaman bersama kawan-kawan.

Di danau Ranau bagian Lampung memang belum ada penginapan yang memadai seperti yang ada di bagian Sumatera Selatan. Namun untuk berburu foto memang saya lebih senang dengan yang ada di sekitar Lumbok Ranau. Karena saya selama ini membesarkan akun twitter @kelilinglampung dan blog www.kelilinglampung.wordpress.com, dan IG @kelilinglampung_. Namun ingin sekali-sekali untuk eksplorasi tempat-tempat bagus sekitar danau Ranau yang masuk ke wilayah Sumsel.

Danau Ranau - Yopie Pangkey - 2 - 6
Pagi hari, seorang ayah dan anaknya ke tengah menuju bagan ikan yang mereka kelola.

Selalu Membawa Foto Bagus dan Kenangan
Asal mau rajin mengeluarkan kamera di waktu sore dan pagi di danau Ranau, kita bisa mendapatkan beberapa foto bagus. Beberapa kali kemari saya sudah buktikan itu. Apalagi kalau datang berkunjung dengan teman-teman yang berbeda, tentu akan membawa kenangan yang berbeda-beda pula.

Pagi itu kami tidak punya waktu lama untuk berlama-lama di tepian danau. Harus kembali ke Bandar Lampung untuk mengejar pesawat sore. Sedangkan saya malam harinya harus pergi lagi ke Blambangan Umpu Way Kanan untuk melakukan penjurian lomba foto acara Festival Radin Jambat. Tapi perjalanan 2 hari kali ini tetap saja membawa kenangan bersama kawan-kawan jalan yang mengasikkan.

Apa kamu punya foto dan kenangan di danau Ranau?

Terima kasih spesial untuk:

  • Rosita Sihombing
  • Ilhan Monluis
  • Yuk Ugun
  • Yuk Lina

19 Comments

  1. Masih nggak nyangka bisa berkunjung ke Danau Ranau dalam tahun ini. Selain lokasinya yang aku anggap jauh, juga belum tentu ada teman barengan yang mau ke sana. Eh tahu-tahu dapat ajakan dari Mbak Ita. Kesampaian deh lihat Danau Ranau. Suka dengan iklim udaranya yang sejuk, bikin betah. Masih belum puas, kapan-kapan mau ke sana lagi. Nginap paling nggak 3-4 malam. Ada air panasnya ya katanya di pulau yang ada di tengahnya.

    Nyetir lagi bolak-balik ke sana masih sanggup nggak mas? he he

    • lain waktu memang harus 3 hari ke Liwa supaya bisa lebih banyak yang didatangi. Apalagi sudah ada homestay piknik-nya Eka ๐Ÿ˜€

  2. Aku mauuuu ke Danau Ranau.. Tapi kayaknya akhir Juli besok belum bisa ya? ๐Ÿ˜€
    Duh itu menu makan siangnya menggoda pisan.. apalagi dapet suguhan kopi luwak… Mantap!

    • Di Lampung Barat banyak daya tarik alamnya yang indah. ga cukup waktu 2 hari kemari, mesti 3 hari minimal kalau mau puas eksplorasi ๐Ÿ™‚

1 Trackback / Pingback

  1. 40 Tempat Wisata Menarik di Lampung | Cerita dan Fotonya @yopiefranz

Comments are closed.