Suka Makan? Cobain Bakso Beranak di Bandar Lampung Yang Satu Ini

Bakso Beranak Bandar Lampung – Bakso beranak mulai ngetrend di pertengahan tahun 2016 baik nasional maupun di Lampung. Agak telat juga kalau saya baru mencobanya di bulan Juli 2017. Itupun tanpa direncanakan. Saat berkeliling mencari wisata Kuliner Bandar Lampung, saya dan istri melihat warung bakso beranak dan bakso bunting di alamat jalan yang sama di Kota Bandar Lampung.

Entah siapa ya yang memulai usaha kuliner bakso beranak ini. Dalam waktu beberapa bulan saja usaha bakso beranak muncul di banyak kota di Indonesia. Termasuk di Kota Bandar Lampung.

Saya belum tahu mana bakso terenak di Bandar Lampung. Kalau sudah mencicip beberapa mungkin bisa mengatakan yang terenak di salah satu tempat.

Bakso merupakan kuliner khas Indonesia yang memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa. Di luar negeri pun sebenarnya juga ada dengan nama “meatball”. Bedanya di Indonesia bahan berasal dari hewan yang ‘halal’ bagi penduduknya yang mayoritas muslim.

Sedangkan bakso beranak adalah hasil modifikasi bakso biasa yang sudah kita ketahui. Setahun terakhir menu bakso dengan ukuran yang lebih besar dari bakso normal hadir dimana-mana. Sensasi wisata kuliner pehobi bakso yang perlu kita coba sesekali.

Bakso Beranak Bandar Lampung

Salah satu usaha Bakso Beranak Bandar Lampung, Mie Ayam Bakso Kingkong II.

Baca ini: Makan Siang Nikmat di Warung Pecel Bu Merry

Bakso Beranak di Mie Ayam Bakso Kingkong II

Beberapa kali lihat di televisi hidangan bakso yang ukurannya saja sudah bisa membuat perut kenyang. Untungnya bakso beranak yang saya coba siang itu masih berukuran yang manusiawi. Kalau benar-benar lapar, sepertinya dua mangkuk pun masih bisa saya habiskan.

Bakso Beranak di Mie Ayam Bakso Kingkong II ini berukuran sekitar 8 centimeter. Saya lupa ada berapa bakso kecil di dalamnya. Kalau tidak salah ya, ada 4-5 bakso kecil, 1 bakso telur puyuh, dan ada daging cincang.

Tidak ada bakso-bakso kecil selain yang ada di dalam bakso beranak. Bihunnya standar. Kuahnya lumayan. Satu porsi bakso beranak saya habiskan.

Selain Bakso Beranak, di sini juga tersedia Bakso Kingkong yang ukurannya mengalahkan ukuran mangkoknya 😀

Juga ada aneka mie yang bewarna-warni dengan pewarna dari buah dan sayuran. Kemudian ada pecel Jogja, soto ayam, dan nasi goreng.

Saat saya tanya menu-menu lain tersebut dijawab sedang tidak tersedia. Satu mangkok bakso beranak berasa kurang, saya pesan mie ayam untuk mengeyangkan perut.

Bakso Beranak Bandar Lampung - mie ayam bakso kingkong ii - yopie pangkey - 2

Mie ayam biasa.

Alamat / Lokasi Bakso Beranak – Mie Ayam Bakso Kingkong II Bandar Lampung

Mie Ayam Bakso Kingkong II berada di Jalan HOS Cokroaminoto No 108 Enggal. Sekitar 120 meter dari lampu merah simpang empat Jl. Sudirman – Jl HOS Cokroaminoto.

Dari arah lampu merah, warung bakso ini berada di sebelah kanan. Tanpa pagar, beratap seng dan ada satu pohon di depannya.

Pertama kali lewat dan mengamati, Mie Ayam Bakso Kingkong II lumayan ramai pelanggannya. Sekali waktu lewat sekitar pukul 20:00, ada sekitar 10 motor parkir.

Siang itu saya berkunjung, berkali-kali silih berganti para pelanggan datang.

Mereka terima pesanan juga lho. Bisa hubungi telpon 081369119971.

Bakso Beranak Bandar Lampung - mie ayam bakso kingkong - google map

Mie Ayam Bakso Kingkong di Google Map.

Baca juga: Mie Khodon Mie Gurih Tersohor di Bandar Lampung

Bakso Beranak Bandar Lampung yang Kekinian atau Hanya Sesaat?

Harus diakui usaha bakso beranak ini cukup booming selama satu tahun terakhir. Peran media sosial yang efektif dan murah turut mendorong popularitas budaya makan bakso ini. Yang tadinya tidak populer menjadi sangat populer. Sekali upload, bisa ribuan orang yang melihat.

Apakah ini menyalahi budaya? Kalau saya masih menganggap budaya itu dinamis. Budaya-budaya lama yang kita pertahankan pun hasil dari asimilasi banyak budaya sebelumnya yang kita tidak tahu. Budaya yang nge-trend saat ini bisa saja hilang atau akan muncul lagi puluhan tahun mendatang.

Ingat, bakso yang kita klaim sebagai kuliner khas Indonesia ini berasal dari mana. Dan apa bedanya dengan bakso di daerah asalnya.

Jadi sah-sah saja pengusaha bakso melakukan inovasi dalam menjual bakso yang menjadi ciri khas masing-masing.

Kalau saya nih, bukan hanya soal bakso. Tapi ada cita rasa kuah, cita rasa daging baksonya. Dan jangan lupa sambalnya juga. Mau beranak dua, beranak delapan, tetap cita rasa yang dicari.

Kalau kamu punya bakso beranak langganan di Bandar Lampung? Pernah mampir di Mie Ayam Baksi Kingkong II? Kasih tau saya tempat makan di Bandar Lampung yang enak di kolom komentar di bawah ini ya..


Kalau berkenan share ke kawan-kawan lain ya 🙂