Pesona Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi – Dihitung-hitung saya sudah berdiam sekitar 30 menit di Warung yang ada di lereng Gunung Ijen. Segelas teh hangat dan dua potong roti kampung sudah saya habiskan. Sebagian kawan-kawan GenPI (Generasi Pesona Indonesia) sudah duluan melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen. Sebagian masih asik ngobrol di dalam warung.

Tinggal satu kilometer, waktu tempuh sekitar 30 (tiga puluh) menit lagi untuk sampai di kawah Ijen. Itu kalimat yang saya curi dengar dari seorang guide yang mengawal rombongan wisatawan asal Rusia. Sedikit lagi kalau begitu. Dua pertiga jalur sudah saya lalui dan itu lumayan berat. Sepertiga sisanya mudah-mudahan ringan.

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 7

Baca cerita sebelum: Atur Nafas dan Langkah di Jalur Pendakian Kawah Ijen

Menuju Puncak

Sisa rombongan masih asik ngopi di dalam warung, sebagian sudah duluan naik. Saya putuskan untuk berjalan sendiri ke kawah Ijen meninggalkan yang masih asik ngopi. Sinar bulan cukup menerangi jalan yang saya lalui. Dari awal penanjakan sampai di kawah.

Enaknya di jalur sisa menjelang kawah, jalan lebih landai daripada di awal pendakian. Namun begitu, atur nafas dua kali tarik nafas dua kali hembuskan nafas masih saya lakukan seiring dengan langkah kaki.

Menjelang sampai di kawah, kabut asap belerang begitu tebal. Ada warga yang menawarkan masker dengan harga sewa Rp 25ribu. Saya sewa saja, untuk jaga-jaga agar tidak terjadi iritasi saluran pernafasan. Banyak wisatawan yang tidak memakai dan memang tidak ada aturan untuk itu sejauh yang saya tau.

Menjelang sampai di atas, jalur semakin landai. Langkah kaki semakin ringan, lupa dengan perjuangan di awal-awal pendakian. Seorang warga yang menarik gerobak Taksi Ijen berjalan beriringin dengan saya. Tanpa diminta dia menjelaskan di mana sebaiknya saya berdiri, dan lewat mana kalau mau turun ke kawah.

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 2

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 3

Kawah Ijen menjelang matahari terbit.

Kabut Asap Belerang di Kawah Ijen

Sampai di pinggiran kawah atas, saya tidak bisa melihat apa yang ada di danau kawah. Kabut asap belerang begitu tebal terkena hembusan angin barat. Bau belereng begitu menusuk hidung saat saya mencoba membuka masker. Mata juga lumayan perih.

Ada sekelompok wisatawan yang berdiri di dekat api unggun yang dibuat oleh para penambang belerang. Saya mendekati mereka dan duduk sekitar 2 meter dari api. Lumayan menghangatkan badan sambil menunggu kabut asap berpindah arah.

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 6

Menikmati Wisata Kawah Ijen Banyuwangi, memandang Blue Fire dari ketinggian di titik ini.

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 10

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi.

Blue Fire yang Memesona

Yang membedakan wisata Kawah Ijen Banyuwangi dari kawah lain di dunia adalah adanya fenomena alam berupa blue fire (api biru). Blue Fire bukanlah api sesungguhnya, namun kejadian alam bertemunya gas belerang dengan oksigen.

Gas belerang yang keluar dari dalam bumi terbakar saat bertemu oksigen pada suhu 360 derajat celcius. Sehingga nampak seperti api yang bewarna biru.

Waktu terbaik melihat Blue Fire adalah mulai dari dini hari sampai sekitar pukul 05:00. Di waktu tersebut oksigen dalam kondisi bagus dan api biru akan terlihat sempurna.

Menurut cerita guide yang ada di dekat saya, fenomena ini pertama kali terlihat pada tahun 1950an.

Dan yang perlu diketahui, fenomena Blue Fire hanya ada dunia di dunia. Satu di Kawah Ijen Banyuwangi, lainnya ada di Islandia.

Mungkin ini yang membuat banyak wisatawan mancanegara datang ke Banyuwangi. Mereka ingin melihat fenomena langka di dunia. Dari banyak berita yang saya baca, kebanyakan wisman ke Banyuwangi adalah dari Perancis, Rusia, Belanda, Inggris, dan lainnya.

Blue Fire - Api Biru - wisata kawah ijen banyuwangi - Robby Sunata

Turun dan memotret dari dekat. (Foto: Robby Sunata )

Blue Fire - wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 1

Blue Fire dari ketinggian. Foto dengan lensa tele tanpa tripod. Foto seadanya aja πŸ™‚

Mendekati Blue Fire

Kalau mau melihat Blue Fire dari dekat, kita harus menuruni lereng kawah yang lumayan terjal. Turun dari ketinggian Tepi kawah 2386 meter dpl ke tepian Danau Kawah di 2145 meter dpl.

Yang saya tahu, hanya Robby Sunata dan Eko Thoha saja yang turun mendekati Blue Fire. Mereka berdua tahan turun ke danau kawah meniti jalan setapak yang sempit sejauh sekitar 800 meter.

Sedangkan saya hanya bertahan di atas, memandang blue fire dari ketinggian. Membayangkan harus turun dan naik lagi sudah ga kuat. Hanya memotret menggunakan lensa tele, sekedar kenang-kenangan kalau saya sudah pernah mampir di Kawah Ijen.

Lihat Videonya di sini: Β Blue Fire – Wisata Kawan Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata di Kawan Ijen Banyuwangi bukan melulu Blue Fire saja. Dari saat menjelang matahari terbit, suasana sekitar kawah sudah mulai terang. View sekitar kawah jelas sangat jarang dilihat dan dialami oleh kebanyakan orang. Banyak wisatawan nusantara dan mancanegara foto-foto di sini.

Apalagi dari Gunung Ijen ini kita bisa melihat gunung-gunung sekitar. Ada gunung Gunung Rante dengan ketinggian 2.664 mdpl, Gunung Raung 3.332 mdpl, Gunung Suket 3332 mdpl dan Gunung Pendil 2950 mdpl. Indah memandang puncak gunung lain dari puncak Ijen.

Selain itu ada kegiatan sehari-hari masyarakat yang menambang belerang di kawah Ijen. Orang-orang luar biasa di alam yang begitu tidak ramah untuk ditinggali. Setiap hari mereka mendaki sampai atas, lalu turun ke danau kawah. Di sana menambang belerang dan mengangkat beban sampai 75 kilogram.

Menurut guide, batu belerang tersebut dijual seharga Rp 1.000 per kilogramnya. Jadi sekali angkat, mereka mendapatkan uang sebesar sekitar Rp 75ribu.

Selain itu, menikmati sunrise (matahari terbit) juga menjadi daya tarik sebagian wisatawan. Dari lereng kawah, kita harus mendaki lebih tinggi untuk menyaksikan sunrise.

Bagi saya meskipun tidak merasakan semuanya, ini sebuah berkah bisa sampai ke Kawah Ijen. Apalagi perginya ini bersama kawan-kawan Generasi Pesona Indonesia. Dan kembali ke Jakarta dengan penerbangan perdana Garuda Banyuwangi Jakarta (#GarudaKeBanyuwangi)

Sebuah keindahan yang mungkin bertahun-tahun mendatang akan saya ulang kembali.

Baca juga Asiiik, Sekarang Sudah Ada Penerbangan Langsung Garuda Jakarta Banyuwangi

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 8

Penambang belerang yang luar biasa. Salah satu pesona di Wisata Kawah Ijen Banyuwangi.

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 11

Tips Ke Kawah Ijen

Berdasar pengalaman dan hasil bertanya-tanya dengan warga ini sedikit tips untuk kawan-kawan yang ingin ke Kawah Ijen.

  • Sebelum pergi, baiknya melakukan latihan fisik secara bertahap di rumah.
  • Istirahat/tidur yang cukup sebelum mendaki.
  • Lakukan pemanasan sebelum mendaki untuk meregangkan otot.
  • Bawa pakaian yang memadai untuk menahan dinginnya suhu di Gunung Ijen. Di Puncak bisa bersuhu 2 derajat celsius pada dini hari.
  • Bawa perlengkapan seperlunya. Jangan sampai memberatkan selama mendaki dan turun.
  • Waktu terbaik melihat Blue Fire adalah di Bulan Desember. Blue fire terlihat jelas dan danau akan terlihat bewarna biru, bukan hijau.
  • Mulai perjalanan pada malam hari. Usahakan sudah tiba di Paltuding pukul 11:00 – 01:00. Paltuding ke kawah biasanya membutuhkan waktu 2-3 jam. Jalur 3 kilometer menanjak, dan 800 meter sisanya menuju dasar kawah.
  • Gunakan jasa taksi ijen kalau tidak sanggup. Satu paket (naik dan turun) seharga Rp 600-700ribu. Sekali jalan Rp. 300ribu.
wisata kawah ijen banyuwangi - shafigh lontoh

Memandang danau kawah menjelang matahari terbit. (Foto: @arizwokey)

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 13

wisata kawah ijen banyuwangi - yopie pangkey - 12

Hiburan berupa pemandanga nberkabut saat turun pulang.

Banyuwangi Diburu Wisatawan

Yang saya baru tahu dari perjalanan kali ini adalah, ternyata pertumbuhan pariwisata Banyuwangi begitu tinggi. Sampai-sampai dua maskapai penerbangan nasional membuka penerbangan langsung Jakarta Banyuwangi. Nam Air dan Garuda. Salah satu magnet dari pariwisata Banyuwangi adalah objek wisata Kawah Ijen dengan Blue Fire-nya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun terlihat tidak main-main untuk mengembangkan pariwisatanya. Bahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat memuji kinerja Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Pak Arief Yahya banyak kenal beberapa bupati/walikota terbaik, namun tidak ada yang komit mengangkat pariwisata seperti pak Azwar Anas. Begitu pujinya.

Yang jelas saya sangat senang berkunjung ke salah satu tempat wisata di Banyuwangi. Menikmati kuliner, hotel, keramahan warga Banyuwangi. Dan paling utama, menikmati Wisata Kawah Ijen Banyuwangi yang begitu memesona.


Kalau berkenan share ke kawan-kawan lain ya πŸ™‚