Pesona Savana Doro Ncanga dan Festival Tambora 2018

Savana Doro Ncanga, Festival Tambora – Berkendara menuju Savana Doro Ncanga sungguh berbeda dibanding saat bepergian di tempat lain. Suasana jalan, pemandangan di kiri kanan jalan sudah menawarkan keindahan yang sangat berbeda.

Perjalanan saya kali ini menjadi yang pertama menjejakkan kaki di Pulau Sumbawa. Pulau yang sudah saya dengar namanya saat masih di Sekolah Dasar. Dan siapa yang tidak tahu sejarah meletusnya Gunung Tambora. Letusan terdahsyat yang tercatat dalam sejarah dunia.

Dan perjalanan saya dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di Bima menuju Sarae Nduha di Savana Doro Ncanga, adalah dalam rangka menyaksikan Festival Pesona Tambora 2018. Sebuah acara pariwisata yang masuk dalam Calender of Event Kementerian Pariwisata RI tahun 2018.

2 mobil cukup untuk kami sebelas orang. Barang-barang yang dibawa juga ringkas, tas ransel, 5 tenda plus perlengkapan tambahannya, alat masak, snack dan minuman. Dari rumah memang sudah kuatkan hati untuk tidur di dalam tenda di tengah padang rumput.

Bandara Sultan Muhammad Salahudin - Yopie Pangkey

Bandara Sultan Muhammad Salahudin di Bima (Pulau Sumbawa), Nusa Tenggara Barat.

Jalan di Sumbawa - Yopie Pangkey

Jalan di Sumbawa mulus, dan sangat jarang berpapasan dengan mobil lain.

Baca juga: Danau Laut Tawar, Tempat Wisata Penuh Pesona di Aceh Tengah

Menuju Sarae Nduha – Savana Doro Ncanga – Gunung Tambora

Ada 2 (dua) pilihan mendarat di Pulau Sumbawa. Bisa Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di Bima atau Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin di Sumbawa Besar.

Bima – Sarae Nduha berjarak sekitar 120 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Sumbawa Besar Sarae Nduha berjarak sekitar 120 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Kami memilih Bima karena memang bandara inilah yang terdekat dengan Sarae Nduha. Mendarat pukul 10:00 WITA, makan siang Bandeng Presto di dekat bandara. Setelah itu langsung cussss menuju Sarae Nduha.

Baik jalur dari Bima dan Sumbawa Besar akan bertemu di pertigaan di dekat Kota Dompu. Dari simpang tersebut ke lokasi berlangsungnya Festival Pesona Tambora 2018 berjarak sekitar 85 kilometer, dengan waktu tenpuh 2 jam.

Di sebelah kanan, kita bisa melihat puncak Gunung Tambora di kejauhan, dan bebukitan dengan bentuk-bentuk lucu.Di sebelah kiri di beberapa titik kita akan bertemu dengan pemandangan laut Teluk Saleh.

Baik di kanan dan kiri, banyak sekali bebukitan dengan rerumputan hijau, juga ladang jagung bewarna kekuningan. Juga banyak pepohonan dan bebatuan kecil yang bisa menambah keindahan foto.

Masjid di Dompu

Masjid di Dompu

Savana Doro Ncanga - Wisata Sumbawa - Yopie Pangkey - 1

Jalan menuju Sarae Ndoha – Savana Doro Ncanga.

Pantai Hodo

Menjelang sampai, kami melewati Pantai Hodo. Pantai yang persis berada di sisi kiri jalan. Banyak kerbau di Pantai Hodo. Ada yang berkubang di sekitar pantai atau sesekali nampak segerombolan kerbau menyeberangi jalan. Lagi-lagi, pemandangan unik yang jarang kita jumpai di kota besar.

Ada beberapa warung di pinggir jalan kalau mau istirahat. Tidak ada rumah makan di sekitar sini. Warung-warung ini menjadi pilihan terbaik untuk meluruskan badan dan kaki sejenak sambil membeli makanan dan minuman tambahan.

Di Pantai Hodo juga ada mata air yang jernih dan segar. Banyak masyarakat yang datang untuk mandi setiap hari di sini. Dan saat wiken banyak juga wisatawan lokal berkunjung.

Pantao Hondo - Obay Minoral

Banyak kerbau di Pantai Hondo. (Foto: Obay Minoral)

Savana Doro Ncanga

Setelah melewati Pantai Hodo, kita kembali disuguhi dengan pemandangan padang rumput Doro Ncanga. Tidak akan puas kalau hanya berhenti sebentar untuk foto-foto. Karena banyak spot foto bagus kemanapun menghadap.

Padang rumput bewarna hijau kekuningan membentang kemanapun menghadap. Sebagai latar belakangnya adalah Gunung Tambora di satu sisi, dan Teluk Saleh di sisi yang lain.

Banyak pohon kecil maupun besar yang tegak sendiri seperti yang ada di foto-foto hasil fotografer pro. Beberapa kawan menyebut pohon seperti ini dengan istilah “pohon jomlo”. Tegak sendiri jauh dari pohon-pohon lain, tanpa ada pasangan pohon selain dirinya.

Selain itu banyak sekali kawanan kerbau dan sapi yang dilepasliarkan, mereka memakan rumput yang sangat banyak tersedia dimana-mana. Dan sesekali nampak juga Kuda Sumbawa yang kita kenal dengan “Susu Kuda Liar”nya.

Savana Doro Ncanga memang dijadikan sebagai pusat pelepasliaran hewan ternak. Ada 3 komoditas andalan Provinsi NTB dalam program Pijar (sapi, jagung, rumput laut).

Pemandangan indah padang rumput, Gunung Tambora, Teluk Saleh, dan keberadaan hewan-hewan tersebut menjadi daya tarik yang berbeda dan unik. Wajar saja bila Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Doro Ncanga sebagai lokasi pusat acara Festival Pesona Tambora, Tambora Menyapa Dunia.

Savana Doro Ncanga - Wisata Sumbawa - Yopie Pangkey - 5

Kuda Sumbawa di Savana Doro Ncanga.

Doro Bente - Wisata Sumbawa - Yopie Pangkey

Doro Bente.

Doro Bente

Dari arah Kota Dompu, ada semacam bukit batu yang berada di kiri jalan. Dengan ketinggian sekitar 0 mdpl, Doro Bente ini merupakan kaldera purba yang sudah tidak aktif. Posisinya unik karena langsung berbatasan dengan laut.

Menurut cerita dan beberapa tulisan yang saya dapat saat mencari melalui google, ternyata lokasi sekitar Doro Bente ini sempat digunakan sebagai benteng pertahanan pada zaman kerajaan. Tapi itu jauh sebelum Gunung Tambora erupsi besar pada April 1815.

Letusan yang suaranya terdengan sampai Sumatera dan menyebabkan tahun tanpa musim panas di Amerika Utara dan Eropa ini menyebabkan kematian langsung 11.000—12.000 jiwa dari total sekitar 71 ribu orang meninggal.

Adanya benteng di situ berawal dari pengakuan seoarang jurnalis Belanda yang memiliki peta yang dibuat Belanda pada 1794. Dalam peta tersebut terdapat benteng. Sejak itu dilakukanlah beberapa penelitian di sana.

Savana Doro Ncanga - Wisata Sumbawa - Yopie Pangkey - 4

Pemandangan Teluk Saleh dari Lokasi Festival Tambora.

Savana Doro Ncanga - Wisata Sumbawa - Yopie Pangkey - 5

Kuda Sumbawa di tengah Savana Doro Ncanga.

Tidak Ada Hotel

Bagi yang tertarik untuk datang ke Savana Doro Ncanga atau menghadiri Festival Tambora perlu tahu bahwa tidak ada hotel atau penginapan di Doro Ncanga.

Kalau mau menginap bisa membawa peralatan berkemah dan memasak dari rumah. Tak perlu kawatir memilih tempat mendirikan tenda, karena areanya sangat luas. Pilih saja lokasi yang indah pemandangannya.

Saat penyelenggaraan Festival Pesona Tambora, tersedia MCK darurat di beberapa titik. Airnya bersih dan cukup untuk penggunaan oleh wisatawan. Saya hanya dua kali menggunakan MCK tersebut. Karena ada tempat yang lebih menarik untuk mandi 😀

Mau mandi dengan suasana berbeda, datang saja ke Oi Ora, ada mata air yang jernih dan mengalir dengan deras. Penduduk sekitar menjadikannya tempat mandi utama mereka. Ramai orang tidak menjadikan aliran airnya keruh. Beberapa penduduk juga terlihat mengambil air dari sini untuk keperluan rumah tangga. Ada yang menggunakan mobil dan motor.

Bagi yang tidak membawa makanan, di lokasi acara banyak warga yang membuka warung dadakan. Banyak tersedia makanan dan minuman kemasan, gorengan, dan lainnya.

Festival Tambora 2018 - Dudi Hermansyah

Tarian pembuka. (Foto: Dudi Hermansyah)

Festival Tambora 2018 - Dudi Hermansyah - 4

Terjun payung Kopaska

Festival Pesona Tambora

Pemandangan matahari terbit dan tenggelam sungguh indah di sini. Sangat sayang kalau hanya dilewatkan sendirian. Ajak lah kekasih, keluarga, atau kawan dekat kalau berkunjung kemari.

Awalnya saya membayangkan Festival Tambora sepi pengunjung. Namun ternyata ada ribuan pengunjung meramaikan acara. Kalau saya perkirakan ada sekitar 20ribu yang datang dari awal sampai akhir acara.

Acara yang diselenggarakan di Padang Savana Doro Ncanga, Dompu, ini tidak hanya menghadirkan berbagai atraksi menarik. Namun juga menyuguhkan berbagai kuliner khas Sumbawa yang sangat lezat dan enak. Mulai dari makanan berat, kudapan, hingga minuman.

Makanan dan minuman ini tersaji dalam even Festival Kuliner yang merupakan salah satu rangkaian festival yang juga digelar dalam rangka HUT ke 203 Kabupaten Dompu. Bahan makanan yang ditampilkan adalah berbahan jagung. Mengapa jagung? Karena Sumbawa merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia.

Selain jagung, juga tersedia Kopi Tambora, Madu Tambora, dan ada Susu Kuda Liar yang terkenal itu. Sudah pernah coba?

Festival Tambora 2018 - Yopie Pangkey - 2

Peserta Indonesia Rider Explore Tambora

Banyak Acara

Ada beberapa kegiatan yang masuk rangkaian festival. Tidak semuanya saya saksikan secara utuh, karena lokasi acara yang berjauhan. Seperti lomba sepeda wisata yang diikuti oleh 250 peserta umum dan dari SKPD.

Selain itu, ada Navy Airshow yang menghadirkan 10 penerjun payung dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) di hari terakhir penyelenggaran.

Acara semakin ramai dengan kehadiran ratusan peserta Indonesia Rider Explore Tambora. Serunya, untuk memeriahkan acara tersebut panitia menghadirkan penyanyi dangdut top ibukota Erie Suzan.

Tembang-tembang andalan Erie pun hadir menghibur peserta Indonesia Rider Explore Tambora dan warga yang datang.

Erie Suzan pun sempat memuji keindahan alam Doro Ncangan. Dia mengatakan, pesona alam di sini bagus dan keren. “Masih alami. Pokoknya menyenangkan bisa berada di sini,” pujinya singkat usai show di Festival Pesona Tambora 2018, di Savana Doro Ncanga, Selasa (10/4).

Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo - Teguh Prasetyo

Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo. (Foto milik Teguh Prasetyo)

Bawah Laut Pulau Moyo - Teguh Prasetyo

Bawah Laut Pulau Moyo.  (Foto milik Teguh Prasetyo)

Baca juga yang ini:Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu

Ayo ke Savana Doro Ncanga dan Festival Tambora

Kalau saya bilang, Pulau Sumbawa ini sangat kaya akan destinasi favorit. Yang utamanya dan terkenal adalah Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora. Ketiganya dikenal dengan sebutan segita eksotis SAMOTA. View indah pegunungan sampai view indah bawah laut tersaji lengkap, tinggal pilih suka yang mana.

Gunung Tambora semakin cantik dengan adanya Savana Doro Ncanga dan Doro Bente yang masuk ke dalam kawasan National Geopark Tambora. Padang rumput dengan luas sekitar 6000 hektar ini sangat eksotis. Bewarna kehijauan dimusim hujan dan kuning kecoklatan di musim kemarau.

Savana Doro Ncanga - Wisata Sumbawa - Yopie Pangkey - 7

Rumput bewarna kuning kecoklatan saat kemarau.

Teluk Saleh adalah akuarium raksasa dengan biota laut yang lumayan lengkap. Sayang sekali saya tidak sempat untuk melihat keindahannya saat berkunjung ke Festival Tambora 2018 ini. Seorang kawan yang menemani kami bilang, ada Pari Paka di Teluk Saleh yang menjadi idola para wisatawan bahari.

Pulau Moyo juga menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Dan saya pun tidak sempat bertandang kemari. Masuk dulu kedalam list destinasi yang akan saya kunjungi lain waktu.

Di Pulau Moyo terdapat Air Terjun Mata Jitu yang sangat indah. Memiliki ketinggian 15 meter dan terdapat 12 kolam bertingkat. Mas Teguh Prasetyo kawan jalan saya ke Festival Tambora sudah pernah kemari. Foto-foto yang ditunjukkannya sangat indah. Mudah-mudahan ada rejeki berkunjung di lain waktu.
Orang terkenal yang pernah datang ke Pulau Moyo antara lain Lady Diana, David Beckham, Maria Sharapova, Edwin Van Der Sar, hingga vokalis Rolling Stones Mick Jagger.

Nah, Festival Tambora ini juga bertujuan untuk mengangkat destinasi-destinasi tersebut. Sekali datang, kita bisa mengunjungi segita eksotis SAMOTA.

Ayo kita ke Festival Tambora, Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora.

Kalau berkenan share ke kawan-kawan lain ya 🙂