Kalau bicara soal pantai di Lampung, kebanyakan orang sepertinya akan langsung terbayang pasir putih dan air laut yang jernih. Tapi pengalaman saya dapatkan saat menginap di Pantai Mutiara Baru, Lampung Timur, sedikit berbeda.
Di pantai ini, bukan soal air laut yang sebening kaca. Tapi tentang suasana, lanskap, dan ketenangan yang justru berbeda dengan yang ditemukan di tempat lain.
Perjalan kali ini, saya pergi bersama Kepala BPHL Wilayah VI Bandar Lampung, pak Dudi Iskandar dan tim.
Lokasi di Peta
Kamu bisa ikuti rute terdekat yang disarankan di aplikasi peta.
Akses dan Tiket Masuk

Pantai Mutiara Baru berada di wilayah Lampung Timur, dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam dari Bandar Lampung tergantung kondisi lalu lintas.
Setibanya di lokasi, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang. Harga yang cukup terjangkau untuk menikmati kawasan pantai yang luas dengan berbagai fasilitas dasar.
Menariknya, pantai ini berada di kawasan hutan lindung Register 15 KPH Gunung Balak dan dikelola oleh KTH (Kelompok Tani Hutan) Mutiara Baru.
Jadi selain berwisata, kita juga sebenarnya sedang berada di kawasan yang punya nilai ekologis.
Baca artikel tentang KTH Mutiara Baru di sini: publikasilampung.id
Lanskap Pantai: Teduh dan Luas

Kesan pertama saat tiba di Pantai Mutiara Baru adalah suasananya yang teduh.
Deretan pohon cemara, ketapang, dan mangrove tumbuh cukup rapat di beberapa bagian, menciptakan nuansa rindang yang jarang ditemukan di pantai-pantai terbuka.
Pantainya sendiri cukup luas, dengan kontur yang landai. Ombaknya relatif tenang, sehingga aman untuk bermain air atau sekadar berjalan santai di tepi pantai.
Air laut di sini memang tidak sejernih beberapa pantai populer di Lampung. Tapi justru ada suasana lain yang terasa berbeda. Menjelang sore, pantai cenderung sepi, dengan cahaya yang mulai temaram dan suasana yang begitu tenang.
Saat cuaca teduh, angin semilir terasa menyegarkan, membuat siapa pun betah duduk lebih lama di tepi pantai, menikmati waktu yang berjalan pelan tanpa gangguan.
Salah satu tempat wisata di Lampung yang cukup menawan, bagi saya.
Fasilitas: Sederhana tapi Cukup

Untuk fasilitas, Pantai Mutiara Baru bisa dibilang cukup lengkap untuk ukuran wisata lokal.
Beberapa yang bisa ditemukan di sini:
- Gazebo pinggir pantai (gratis), cocok untuk duduk santai atau menikmati angin laut
- Warung makan dengan menu sederhana
- Toilet dan musola
- Area terbuka yang bisa digunakan untuk outbond
- Spot untuk memancing
Buat yang ingin sedikit aktivitas, tersedia juga sewa ATV dengan tarif sekitar Rp50 ribu per jam. Lumayan untuk menyusuri garis pantai yang cukup panjang.
Pengalaman Menginap: Cottage Rp250 Ribuan

Kami memutuskan untuk menginap satu malam di salah satu cottage yang ada di sekitar pantai.
Tarifnya sekitar Rp250 ribu per malam, cukup terjangkau. Fasilitasnya sederhana: tempat tidur, AC, dan kamar mandi. Tidak ada mini bar, stay case, dan layanan hotel modern lainnya.
Tapi justru di situlah letak daya tariknya.
Menginap di sini terasa lebih “dekat” dengan alam. Malam hari, suara ombak terdengar jelas, tanpa gangguan kebisingan kota. Langit pun terasa lebih terbuka, dengan bintang yang terlihat cukup banyak saat cuaca cerah.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Selain menikmati suasana, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Mutiara Baru:
- Duduk santai di gazebo sambil menikmati angin laut
- Bermain air di pantai yang landai
- Memancing di beberapa titik
- Menjelajahi pantai dengan ATV
- Kegiatan outbond bersama keluarga atau komunitas
Atau… tidak melakukan apa-apa. Dan itu juga pilihan yang valid di sini.
Baca juga:
* Inilah 47 Pantai Menarik di Lampung yang Bisa Kamu Kunjungi
Kesimpulan
Pantai Mutiara Baru mungkin bukan destinasi yang menawarkan kemewahan atau visual “wow” seperti pantai-pantai lain di Lampung.
Tapi tempat ini punya keunggulan pada suasana: teduh, luas, dan relatif tenang.
Dengan tiket masuk yang terjangkau, fasilitas yang cukup, serta pilihan menginap yang ramah di kantong, pantai ini cocok untuk:
- Staycation sederhana
- Liburan keluarga
- Atau sekadar mencari suasana baru tanpa harus pergi terlalu jauh
Buat saya pribadi, pengalaman menginap di sini bukan tentang fasilitas, tapi tentang ritme yang melambat.
Dan kadang, itu justru yang paling dibutuhkan.



