Eksotisme Pesta Sekura di Lampung Barat

Pesta Sekura - Yopie Pangkey

Lakon-lakon Sekura hilir mudik di pekon Balak kecamatan Batu Brak, Lampung Barat. Di sela acara kepaksian mereka membuat kegaduhan dengan menyanyikan lagu-lagu sambil diiringi suara gamolan atau sembarang alat yang dibawa dari rumah. Bisa dedaunan, panci, ember, centong, gerabah, dan lain sebagainya. Tak ada yang merasa terganggu, hanya ada tawa gelak riang gembira warga yang turut datang memeriahkan acara pesta Sekura. (Pekon Balak, 4 Syawal 1437 H.)

Siang itu, Sabtu (09/07/2016), saya sudah berada di pekon Balak Batu Brak untuk menyaksikan pesta Sekura yang selalu meriah diadakan di beberapa pekon yang ada di Lampung Barat. Ini kali kedua saya menyaksikan pesta Sekura secara langsung di daerah aslinya. Dan terus terang, baru tahu ada budaya Sekura ini di tahun 2010 (Selama ini kemana aja ya. Padahal ngakunya sering keliling Lampung dan tahu banget tentang wisata Lampung dan Budaya Lampung, hehe). Di 2010 itu juga baru menyaksikannya di sela acara Festival Krakatau. Lalu akhirnya bisa menyaksikan pesta Sekura pertama kali di tahun 2012.

Pesta Sekura - Yopie Pangkey - 2

Tanpa dipaksa dan diperintah, warga secara sukarela datang meramaikan acara pesta Sekura.

Pesta Sekura - Yopie Pangkey - 5

Foto Bareng yuuk..

Banyak yang bisa kamu lakukan saat menyaksikan pesta Sekura. Selain memotret mereka, bisa juga diajak foto bareng lho. Jangan segan untuk ikut menutup muka dan berperan sebagai salah Sekura. Tidak ada masalah ikut mengenakan tutup muka dan tetap memotret. Kawan-kawan fotografer Liwa sering sekali melakukannya.

Dan jangan kaget ya dengan kelakuannya Sekura Kamak. Mereka sering sekali mengganggu, menggoda, dan mengajak kenalan para muli (gadis) yang datang. Beberapa kali saya lihat mereka minta foto bareng dengan para gadis. Dan semuanya tidak ada yang marah. Seakan menikmati dan larut di acara tersebut.

Pesta Sekura - Batu Brak - 2012 - Yopie Pangkey 3

Pesta Sekura - Yopie Pangkey - 4 Pesta Sekura - Yopie Pangkey - 7

Dan saran saya kalau mau menyaksikan pesta Sekura ini, siapkan beberapa lembar uang receh 2000 rupiah. Terkadang para Sekura Kamak ini meminta uang kepada beberapa pengunjung. Tidak ada artinya 2000 rupiah bagi kita dan bagi mereka. Mereka juga punya kebun kopi yang bisa menghasilkan puluhan juta rupiah saat panen. Kalaupun kita bilang tidak ada duit, itu toh tidak jadi masalah. Tidak ada pemaksaan dan ancaman di situ. Yang penting kita semua bisa menikmai acaranya. Dua kali saya datang, dua kali juga mengalami dimintai uang, hehehe. Dan kawan-kawan saya yang melihat kejadian itu justru tertawa… Jangan baper 😉

Budaya Sekura sendiri secara turun temurun rutin dilakukan pada saat lebaran Idul Fitri dari hari pertama (1
Syawal) sampai hari kesepuluh. Beda kampung bisa beda waktu pelaksanaan sesuai dengan kesepakatan bersama para warganya. Berfungsi sebagai wadah silaturahim para muda-mudi setelah selesai berpuasa selama satu bulan penuh.

Pesta Sekura - Batu Brak - 2012 - Yopie Pangkey 2

Ramai..

Boleh dibilang acara ini layaknya sebuah pertunjukan teater luar ruangan dengan masyarakat kampung sebagai pemeran lakon-lakon sekura. Dengan rasa kebersamaan dan kekeluargaan mereka menutup muka sedemikian rupa bertujuan bersilaturahmi dan untuk menghibur. Di akhir acara ada kegiatan panjang pinang yang hanya boleh diikuti oleh Sekura kamak. Masyarakat kampung berperan sebagai Sekura Betik dan Sekura Kamak sebagai ungkapan kemenangan, kebebasan, dan kegembiraan setelah menjalani puasa Ramadan.

Apa itu Sekura?
Sekura berarti penutup wajah atau topeng. Pesta sekura adalah sebuah pesta rakyat yang seluruh pesertanya menutup wajah. Pesta ini berlangsung dari 1 sampai 7 Syawal setiap tahunnya. Sebuah bentuk perayaan kemenangan setelah menahan hawa nafsu selama bulan Ramadhan. Bukan sebagai pelampiasan puasa sebulan ya… Juga sebagai ajang silaturahmi dan bermaafan.

Sekura dibagi menjadi dua, Sekura Kamak dan Sekura Betik. Sekura kamak mengenakan topeng kayu dan berbaju compang-camping. Sedangkan Sekura Betik/Kecah mengenakan tutup muka berupa kain khas motif Lampung yang disebut selendang miwang. Bermotif kembang cengkeh ataupun motif lain. Pesta diakhiri dengan panjat pinang yang hanya bisa diikuti oleh Sekura Kamak saja.

Pesta Sekura - Yopie Pangkey - 3

Sekura Betik.

Yang jelas, saya tidak pernah kapok untuk datang menyaksikan teater luar ruangan yang benar-benar merupakan suatu pesta rakyat khas Lampung Barat ini. Dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Banyak hal unik yang saya dapatkan dan menjadi pembelajaran beharga untuk saya.

Kapan Ada Pesta Sekura
Tidak susah untuk mengingat kapan bakal ada acara ini di Liwa. Siap-siap saja untuk agendakan kunjungan ke Liwa pada 1 – 7 Syawal. Karena acara pesta Sekura ini selalu ada tiap tahunnya. Menjadi perayaan kemenangan setelah sebulan menahan hawa nafsu. Juga sebagai wadah silaturrahim warga pekon.

Bagaimana ke Liwa
Selama ini saya ke Liwa selalu bersama kawan-kawan. Belum pernah menggunakan angkutan umum. Bukan karena gengsi, tetapi untuk kemudahan berpindah-pindah tempat selama berburu foto. Tapi kalaupun mau tetap dengan angkutan umum, ada kok angkutan umum ke Liwa. Bisa dengan bus dari terminal Rajabasa atau mobil travel yang kantornya ada di dekat terminal Rajabasa. Dengan travel kita cukup membayar 50.000 – 80.000, perkiraan saya.

Sedangkan harga sewa mobil berkisar antara Rp. 250ribu – 400ribu tergantung jenis mobil. Saya dan kawan-kawan biasanya gunakan jenis Xenia/Avanza dengan harga sewa Rp. 250ribu/hari. Ada banyak kontak usaha rental mobil di Kota Bandar Lampung yang bisa kamu dapatkan melalui mesin pencari Google.

Penginapan di Liwa
Hotel Sindalapai, Jl. Raden Intan No. 001 – Liwa (0728-21750)
Hotel Permata, Jl. Raya Way Mengaku – Liwa (0728-21022)
Hotel Pesagi, Jl. Raya Sebarus – Liwa (0728-21252
Homestay Piknik Liwa (082186409723)

Angkutan Umum di Liwa
Sampai saat ini saya belum pernah merasakan angkutan umum yang ada di Liwa. Dan kalaupun ada, saya pikir bakal susah juga berpindah-pindah tempat dari spot foto satu ke spot lainnya. Saran saya selain ajak kawan satu rombongan (4-6 orang), sewa mobil saja dari Bandar Lampung. Supaya mudah untuk berpindah-pindah lokasi di sekitaran Liwa.

Sebagai alternatif, saat ini ada penyedia jasa ojek yang bisa kita nikmati kalaupun maksa mau pergi dengan angkutan umum. Bisa hubungi Ojek Piknik Liwa yang digawangi oleh penggiat fotografi lokal bersama kawan-kawannya. Untuk harga silakan nego langsung ke yang bersangkutan.

Selain ojek motor juga ada kendaraan roda empat yang bisa antar kamu ke beberapa tempat di sekitar Liwa, dari sunrise sampai sunset. Cukup membayar 700 ribu rupiah, kamu bisa bepergian (6 orang) dengan didampingi guide. Harga segitu tidak termasuk makan kamu beserta guide dan driver ya..

Dia bisa menunjukan banyak tempat wisata yang ada di Lampung Barat. Beberapa bahkan baru mulai terkenal secara viral di media sosial Lampung. Jangan segan untuk sekedar menyapa dan bertanya-tanya.

NB:

Pesta Sekura - Fajar Sumatera - Yopie Pangkey

Foto saya mejeng di Halaman 1 Koran Fajar Sumatera, Senin (11/07/2016).


Kalau berkenan share ke kawan-kawan lain ya 🙂