Pesona Pulau Pahawang dan Kelagian di Teluk Lampung

Pulau Pahawang dan Pulau Kelagian sudah menjadi primadona wisata Teluk Lampung di tahun 2016 ini. Bahkan boleh dibilang sudah sejak tahun 2011 sudah mulai terkenal, seiring dengan perkembangan media sosial saat itu. Pahawang dan Kelagian adalah dua dari banyak pulau yang dimiliki kabupaten Pesawaran, terletak tidak jauh dari pesisir Pesawaran. Hanya perlu 20 sampai 40 menit mencapainya dengan perahu.

Tidak banyak yang tahu kalau di sekitar pulau Pahawang dan Kelagian ini sudah menjadi spot menyelam para diver Lampung sejak bertahun-tahun lalu. Bagi kita yang tidak bisa menyelam sampai dalam, cukup menyelam di permukaan laut aja 🙂

Bawah laut Pulau Pahawang Pulau Kelagian - Yopie Pangkey

Bawah laut sekitaran pulau Kelagian (@yopiefranz)

Pulau Kelagian
Sangat banyak spot snorkeling yang bisa kita temui di pulau Kelagian yang tidak akan habis kalau kita coba satu persatu dalam satu hari. Secara umum wilayah terumbu karang pulau Kelagian tersebar dari kedalaman 1 (satu) sampai 30 (tiga puluh) meter. Sedangkan rata-rata kedalaman spot untuk snorkeling di pulau ini adalah 1 (satu) sampai 3 (tiga) meter.

Di kedalaman sampai tiga meter inilah kita bisa menjumpai Star fish dari jenis Archaster typicus, Anemon fish
(Amphiprion ocellaris), “sedulur” nya sea horse jenis Corythoichthys falvofasciatus, dan lain-lainnya.

Di kedalaman lebih dari 4 (empat) meter, di antara hamparan terumbu karang yang agak slope (kemiringan > 30°) bisa ditemukan beragam jenis ikan karang seperti Lion fish, Scorpion fish, Cardinal fish, Damsel fish,
Fusiliers, Pipe fish, dan lain-lain.

Lionfish di Kelagian (www.kelilinglampung.wordpress.com/@yopiefranz)

Lionfish di Kelagian (www.kelilinglampung.wordpress.com/@yopiefranz)

Clownfish - Pulau Kelagian - Yopie Pangkey - 2 Clownfish - Pulau Kelagian - Yopie Pangkey - 1

Dulu sebelum terkenal seperti sekarang, banyak sekali yang menyebut pulau ini dengan ‘Pulau Marinir’. Karena sampai sekarang pun, pulau Kelagian sering digunakan untuk kepentingan latihan militer (marinir). Teluk Ratai sebuah teluk kecil di dalam Teluk Lampung, memang merupakan markas besar Marinir, salah satu kesatuan elit yang Indonesia miliki.

Dengan luas sekitar 435 hektar, memiliki kondisi biogrografis berbukit dan pantai dengan pasir putih yang
halus. Di salah satu sudut pulau terdapat pantai berpasir putih yang menjadi salah satu tempat wisata di Lampung dan banyak dikunjungi warga di akhir pekan. Di situ sudah banyak terdapat warung yang menjajakan makanan dan minuman.

(Google Maps: https://goo.gl/maps/t5Q38iot8TL2)

Snorkeling di pulau Kelagian Besar. (Foto: Jaya)

Saya saat snorkeling di pulau Kelagian Besar. (Foto: Jaya)

Pulau Kelagian Kecil
Ada Kelagian Besar yang sudah saya ceritakan sedikit di atas, ada juga pulau Kelagian Kecil di dekatnya. Pulau Kelagian Kecil ini juga sangat menggoda untuk didatangi. Selain karena bentuknya yang mungil, pulau ini juga memiliki karang dan biota laut yang sangat menarik.

Beberapa kali kemari, saya selalu bertemu dengan beberapa jenis clownfish dengan beberapa variasi warna. Juga pernah bertemu penyu dan pari bintik biru yang seringkali bersembunyi di permukaan pasir yang ada di bawah batu karang. Dan sangat sering bertemu dengan ular laut bewarna hitam dan putih, baik yang mungil maupun yang mempunyai panjang sekitar 1,5 (satu setengah) meter. Ular laut tersebut banyak di temui di bagian Tenggara- Selatan pulau.

Pari bintik biru (www.kelilinglampung.wordpress.com/@yopiefranz)

Pari bintik biru (www.kelilinglampung.wordpress.com/@yopiefranz)

Beberapa kawan dekat, biasanya saya ajak kemari untuk bersama-sama belajar snorkeling di bagian pantai
berpasirnya. Dan perlahan mereka saya ajak terbiasa untuk berenang di bagian yang agak dalam, sekitar 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) meter. Sehingga mereka tidak sampai menginjak-injak karang seperti kejadian di foto-foto dan video yang sering tersebar di media sosial itu 🙁

(Google Maps: https://goo.gl/maps/ReY3PBthV5u)

Pulau Pahawang
Selain pulau, Pahawang juga merupakan sebuah nama desa. Kok bisa? Iya, karena di pulau yang memiliki luas lahan/daratan 1.020 Ha ini, terdapat sebuah desa yang lumayan banyak penduduknya. Di tahun 2000 saja jumlah yang terdata adalah 1218 jiwa dari 287 Kepala Keluarga, dengan jumlah laki-laki 475 jiwa dan perempuan 743 jiwa. Gimana tahun 2016 ini ya, pastinya sudah bertambah.

Vegetasi yang terdapat di pulau Pahawang sebagian besar kebun kelapa yang merupakan peninggalan zaman penjajahan dan sebagian lagi berupa tanaman kakao, mangga, pisang, cengkeh (buah-buahan) dan ada yang masih dalam bentuk belukar serta hutan terutama pada kawasan gunung Pahawang.

Potensi alam yang bisa menjadi daya tari wisatawan pun banyak. Pulau Pahawang memiliki 72 hektar hutan bakau, 18 hektar pantai berpasir, dan sekitar 67 hektar terumbu karang. Mantab kan.. Bahkan seorang kawan yang aktif membantu masyarakat Pahawang dalam mengembangkan ekowisata Pahawang pernah menawarkan saya keripik mangrove. Sayang, sampai saat ini saya belum pernah merasakannya.

(Google Maps: https://goo.gl/maps/UNDbi9n9Ary)

Pulau Pahawang Kecil
Sama seperti Kelagian, Pulau Pahawang mempunyai pulau kecil di dekatnya yang dikenal dengan nama Pahawang Kecil. Pulau Pahawang Kecil ini sudah sejak lama dikelola oleh seorang pengusaha berkewarganegaraan Prancis yang sudah lama tinggal di Jakarta, biasa disebut Mr. Joo.

Di salah satu sudut pulau, dia membangun semacam rumah peristirahatan yang sangat jarang sekali dia kunjungi akhir-akhir ini. Mungkin karena faktor usia juga, sehingga dia jarang sekali datang.

Pantai di Pahawang Kecil - Yopie Pangkey

Pantai di Pahawang Kecil

“Meskipun punya rest area, pemiliknya jarang sekali ke sini. Dia banyak membantu warga Pulau Pahawang di bidang pendidikan. Antara lain dengan membangun sekolah, dermaga, dan kantor desa,” ujar seorang warga Desa Pulau Pahawang. (lampungchannel.com)

 

Beberapa kali saya melakukan sesi pemotretan di sini, salah satunya adalah sesi potret pre-wedding seorang
kawan. Yang penting jangan membuang sampah sembarangan di sini. Apalagi bakar-bakar sampah dan ranting, kawatir terjadi kebakaran. Itu penjelasan dari seorang penjaga pulau saat saya ajak bicara.

(Google Maps: https://goo.gl/maps/VXFmxRdz4AJ2)

Berjumpa dengan Ubur-ubur pemalu
Asiknya nih, di saat tertentu akan ada musim ubur-ubur di sekitar pulau Kelagian dan Pahawang. Loh kok asiik, kam bisa bikin gatel kalau kita sentuh?? simak dulu deh… Di musim-musim tertentu akan ada banyak sekali ubur-ubur (Jellyfish) jenis Aurelia sp. Banyak orang akan takut kalau bertemu dengan ubur-ubur ini saat berenang/snorkeling di laut. Selain ukurannya lumayan besar, juluran kaki-kakinya (tentakel) itu bisa membuat kulit kita gatel.

Nah, kalau berani (tapi tetap harus ditemani oleh guide pengalaman ya…) kita bisa menyentuh bagian atasnya yang berbentuk seperti caping/cawan terbalik dengan kelima jari kita. Ada sensasi tersendiri saat menyentuhnya, lembut dan kenyal-kenyal gimana gituuuu…

Jellyfish - Pulau Pahawang

Saya dan si pemalu imut, ubur-ubur, di Sekitar Pahawang Kecil. (Foto: Jaya)

Menurut seorang kawan penyelam, mas Dodo biasa saya panggil, ubur-ubur ini sebenarnya sangat pemalu. Saat menyelam, mas Dodo beberapa kali mengamati dari dekat perilaku pergerakan ubur-ubur ini dengan leluasa. Ubur- ubur ini bergerak dengan hanya mengandalkan hempasan ‘caping’nya itu dan tentakelnya yang lembut banget untuk bergerak.

Bagaimana Cara ke pulau Pahawang dan Kelagian
Tidak perlu bahas kalau kamu berangkat dari Jakarta ya, pegel jelasinnya, hehe.. Dari Bandar Lampung kita bisa menuju Gudang Garam di Teluk Betung. Di Gudang Garam, dekat toko oleh-oleh Yen-Yen, banyak angkot yang menuju kampung nelayan Ketapang.

Angkot ini akan menempuh rute: Gudang Garam – Lempasing, Mutun – Sukajaya Laut – Hanura – Ringgung – Ketapang.

Di Ketapang ini lah, kita bisa menyewa speed boat kayu atau kapal kayu biasa yang lebih lambat. Biasanya sewa perahu itu seharian, dengan biaya berkisar 400-800ribu/hari. Atau bisa juga sewa perahu dari pantai Kelapa Rapat (pantai Klara), yang terletak setelah Ketapang.

Situasi di Ketapang saat ini (Maret 2016) sangat jauh berbeda saat saya awal-awal menekuni snorkeling di Teluk Lampung. Tahun 2011, Ketapang masih sepi di akhir pekan. Sedangkan sekarang bisa ada ratusan kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir. Para wisawatan itu mengincar Pulau Puhawang, Balak, Lalangga, Kelagian, atau Tanjung Putus.

(Baca: Animo dan Beberapa Masalah Wisata Teluk Lampung)

Selain banyak tempat parkir, warga Ketapang juga sudah banyak yang menyediakan peralatan snorkel dan tempat bilas. Jadi kita tak perlu repot bawa peralatan dari rumah kalau mau praktis.

(Google Maps: https://goo.gl/maps/8nu56V1uu292)

Penginapan
Belum ada penginapan yang nyaman di pulau-pulau itu. Hanya di Pahawang yang warganya siap menyewakan rumah bagi wisatawan. Dan kalau kamu menginap di sini, baiknya dalam kondisi yang benar-benar fit. Karena pulau Pahawang adalah daerah endemi malaria. Lengkapnya silahkan tanya ke travel agen yang kamu percaya 🙂

Open Trip
Tahun 2011-2012, masih sedikit yang membuat open trip ke pulau-pulau ini. Salah satunya adalah akun
@kelilinglampung. Tetapi sekarang banyak sekali penyedia jasa trip yang menawarkan paket snorkeling / island hopping Teluk Lampung. Baik dari Jakarta maupun penyedia jasa lokal. Tinggal kamu mau pilih yang mana. Gampang mencarinya di semua alur media sosial seperti Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Silahkan datang dan ditunggu ceritanya ya. Mention akun twitter saya @kelilinglampung dan tag akun IG
@kelilinglampung_ . Ditunggu… 🙂

*Sumber: https://fdwiagungwidodo.wordpress.com/2013/05/24/bermain-dengan-jellyfish-di-pulau-kelagian/

*Foto Tambahan