Munca Teropong Laut, Tempat Hunting Foto Instagramable di Lampung

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa

Munca Teropong Laut yang sering disebut juga oleh netizen dengan nama Muncak Tirtayasa.

Mau kemana kita jalan. Itu pertanyaan yang kami pikirkan sedari pagi di hari Senin (01/08/2016). Pertanyaan yang mungkin tidak akan ada kalau saja mbak Dian Radiata sudah pulang ke Batam sehari sebelumnya. Maskapai menunda penerbangan ke hari yang lain, menjadi semacam berkah buat mbak Dian bisa nambah tinggal satu hari dan bisa jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Lampung yang sedang ramai dibicarakan anak muda setempat. Muncak Lampung / Muncak Tirtayasa , sebuah cafe yang masih setengah jadi menjadi tujuan kami.

Setelah mampir sebentar di viewing point yang berada di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman, saya beserta Indra pemilik blog www.duniaindra.com dan mbak Dian pemilik www.adventurose.com langsung menuju Muncak Tirtayasa. Sebenarnya nama asli tempat yang kami tuju adalah Munca Teropong Laut. Sebidang tanah di atas bukit yang sedang dibangun untuk dijadikan cafe. Namun karena terdapat semacam viewing point berupa bangunan kayu yang memiliki latar belakang teluk Lampung, tempat ini pun berangsur ramai dikunjungi.

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 5

Kece banget kan viewnya 😀

Terletak di Desa Munca kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Munca Teropong Laut menawarkan pemandangan cantik Pesisir Pesawaran dan Teluk Lampung. Bebukitan yang masih rapat ditumbuhi pepohonan, pantai dan laut, serta langit biru di saat cerah, menjadi sebuah daya tarik alam yang dicari ‘wisatawan’ muda untuk difoto. Sebuah daya tarik yang mungkin tidak kita hiraukan selama ini. Hanya sebuah “scenic view cafe” yang belum jadi, tetapi sudah menarik orang untuk datang 😀

Entah siapa yang memulai foto di atas situ. Dari foto sebelum ada bangunan dan bertahap sampai ada bangunan. Menyebar secara viral di media sosial terutama instagram. Akhirnya setiap hari tempat ini semakin ramai dikunjungi. Luar biasa ya pengaruh media sosial saat ini. Tak butuh waktu tahunan untuk meramaikan suatu tempat. Dalam hitungan minggu suatu tempat yang sebelumnya tidak kita ketahui keberadaannya bisa menjadi beken.

(Baca: 40 Tempat Wisata Menarik di Lampung)

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 9

Jarang yang datang sendirian kemari.

Senin (01/08/2016) siang itu saat kami sampai, sudah banyak motor dan ada empat mobil yang parkir. Saat mau masuk ke dalam, seorang penjaga menegur kami dengan ramah dan menjelaskan bahwa kami harus membayar tiket masuk seharga lima ribu rupiah. Setelah membayar kami pun masuk ke dalam. Oya, di dinding tempat penjaganya duduk terdapat sebuah banner berisi delapan foto. Kebanyakan foto itu saya kenal, karena pernah tag saya di akun instagram @kelilinglampung_ , bahkan ada yang saya repost 😀

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 10

Ternyata sudah banyak anak muda di situ, mungkin ada sekitar enam puluh orang. Sebagian masih berseragam sekolah menengah dan sebagian seperti anak kuliahan. Ditambah dua papah muda dan satu mamah muda yang baru masuk (hehehe…).

Persis lurus dari pintu masuk terdapat sebuah beranda dengan pagar kayu. Ada beberapa muda-mudi berdiri bergantian memotret dan dipotret. Beberapa memilih berfoto selfie dan welfie. Sambil menunggu beranda tersebut sepi, kami berkeliling sendiri-sendiri, memotret beberapa sudut. Tak lama beranda tadi terlihat sepi, tidak mau kalah dengan yang lain, kami bertiga saling foto di beranda tersebut.

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 2

antri…

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 8

Max 12 orang. gantian ya bro…

Kami membayangkan andai saja cafe-nya sudah jadi. Tentu bisa duduk lebih lama sambil menikmati sajian makanan dan minuman yang ada. Dan mungkin saja view di malam hari lebih syahdu dengan lampu-lampu yang berkelap-kelip di kejauhan dan sedikit sinar bulan yang sedikit menerangi ambience sekitar. Mebayangkannya saja sudah asik ya..

Memang sih kalau boleh beropini, Warga kota Bandar Lampung ini terutama anak mudanya lagi butuh-butuhnya tempat untuk duduk-duduk sambil bercengkerama dengan kawan-kawan. Munculnya viewing point di daerah lain seperti di Kali Biru membuat warga kota Bandar Lampung iri memiliki tempat serupa. Hal ini lah yang mendorong Dinas Kehutanan Provinsi Lampung membuat hal serupa (Viewing Platform) di Tahura Wan Abdul Rahman. Dan keberadaan Munca Teropong Laut juga sungguh dinanti warga Bandar Lampung.

(Baca: Bukit Bawang Bakung di Lampung Barat)

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 4 Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 3

Loh, Desa Munca kan berada di kecamatan baru bernama Teluk Pandan yang berada di Kabupaten Pesawaran. Apa hubungannya dengan warga Bandar Lampung? Mudah saja jawabnya, Desa Munca cukup terbilang dekat dan mudah ditempuh dari pusat Kota Bandar Lampung. Hanya Berjarak 12-13 kilometer dari Tugu Adipura, dengan waktu tempuh 30-40 menit dengan mobil/motor. Pulang kantor pukul 16:00, kita masih bisa ke Munca dan menikmati suasana sebelum magrib di atas bukitnya.

Rute

Menurut google map, ada 3 rute yang bisa kita pilih untuk menuju Muncak Lampung, Muncak Tirtayasa, atau Munca Teropong Laut ini. Berikut saya uraikan.
1. Tugu Adipura – Jl Diponegoro – Jl Hasanudin – Jl Laks Malahayati – Jl Ikan Sebelah – Jl Laks RE Martadinata –
2. Tugu Adipura – Jl Ahmad Yani – Jl Wolter Monginsidi – Jl Basuki Rahmat – Jl Saleh Raja Kusuma Yudha – Jl Morotai – Jl Zulkarnaen Subing – Jl Laks RE Martadinata
3. Tugu Adipura – Jl Ahmad Yani – Jl Wolter Monginsidi – Jl Basuki Rahmat – Jl Banten – Jl Zulkarnaen Subing – Jl Laks RE Martadinata

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 14

Persis sebelum panti asuhan ini kamu harus belok ke kanan.

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 1

Kondisi jalan masuk

Di Jalan Laksamana RE Martadinata, setelah pintu masuk Pantai Duta Wisata, perhatikan sebelah kanan jalan. Sebelum Panti Asuhan Sholawatul Falah ada jalan kecil. Nah itulah jalan menuju Munca Teropong Laut. Ikuti saja jalan tersebut sejauh dua kilometer. Nanti akan ada papan penunjuk jalan yang mengarahkan kamu untuk berbelok ke kiri melalui jalan tanah. Tak jauh dari berbelok kamu sudah menemui Munca Teropong Laut.

Waktu Terbaik Berkunjung

Saran saya, datanglah di pagi hari untuk menikmati suasana matahari terbit. Saya belum pernah sih datang pagi-pagi sekali ke tempat ini. Tetapi tidak ada salahnya kamu mencoba duluan sebelum saya. Nanti tag saya di akun @kelilinglampung_ 😀

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 11

Atau datang menjelang sore saat sinar matahari tidak terlalu keras. Sehingga kamu bisa maksimal memotret latar belakang Teluk Lampung dan langit biru kalau cerah. Selain waktu itu ya boleh-boleh saja datang menikmati suasana dan foto-foto. Yang penting kan sama-sama senang kalau kita jalan-jalan.

Kami bertiga; saya, Indra, dan mbak Dian, tidak berlama-lama siang itu. Perut kami sudah berbunyi keras minta untuk diisi. Karena mbak Dian penasaran dengan Singkong Goreng Sambal Roa dan Jus Singkong, kami segera menuju sebuah cafe di Jalan Wolter Monginsidi kota Bandar Lampung 🙂

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 6

Jauh-jauh dari Batam buat foto di sini 😀

Munca Teropong Laut - Munca Lampung - Muncak Tirtayasa - Yopie Pangkey - 7

Kece bana bana 😀

(Baca: Potensi Wisata Daerah Lampung)

Braakk, kami pun kenyang sudah bisa jalan-jalan ke beberapa tempat di sekitaran Kota Bandar Lampung hari itu 😀
(kok braakk ya… hehehehe)

Padahal empat hari sebelumnya kami berenam ke Way Kanan, dan dua hari terakhir bertujuhbelas ke Kiluan. Di hari itu, kami bertiga langsung berasa sepi. Belum bisa move-on dari suasana seru canda tawa di perjalanan. Namun Munca Teropong Laut, atau sering disebut Muncak Lampung dan Muncak Tirtayasa ini tetap menjadi hiburan tersendiri bagi kami. Akan kembali bersama kawan-kawan lain yang belum pernah kemari.